Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sujiwo: Pengelolaan Keuangan Daerah Harus Responsif, Hindari 'No Viral No Respons'

Ashri Isnaini • Jumat, 11 April 2025 | 15:08 WIB
ARAHAN: Bupati Kubu Raya, Sujiwo memberikan arahan saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Manajemen Risiko, Kamis (10/4).
ARAHAN: Bupati Kubu Raya, Sujiwo memberikan arahan saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Manajemen Risiko, Kamis (10/4).

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang berbasis manajemen risiko demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel.

Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Manajemen Risiko di Gardenia Resort, Kamis (10/4).

Kegiatan tersebut digelar oleh Inspektorat Kabupaten Kubu Raya bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Barat, dan diikuti oleh seluruh kepala perangkat daerah serta pejabat pengelola keuangan di lingkungan Pemkab Kubu Raya.

Menurut Sujiwo, pengendalian risiko merupakan elemen kunci dalam menjamin keberhasilan pelaksanaan program pembangunan. Ia menegaskan bahwa keuangan daerah yang sehat hanya bisa tercapai jika potensi risiko sudah diidentifikasi dan dikelola sejak tahap perencanaan.

“Salah satu cara mengelola keuangan daerah adalah dengan mengontrol risiko yang bisa berdampak negatif, hingga seminimal mungkin,” ujar Sujiwo.

Ia juga mendorong para kepala perangkat daerah untuk tidak ragu dalam mengeksekusi program, selama perencanaan dilakukan secara matang dan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta manajemen risiko yang kuat.

“Kalau sejak awal sudah ada manajemen risiko, zero fiktif, zero mark up, zero manipulasi data, dan tidak ada regulasi yang melarang, maka jangan ragu untuk eksekusi. Jangan sampai ‘no viral no respons’. Nanti sudah viral baru respons,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Perwakilan BPKP Kalbar, Rudy M. Harahap, yang turut memberikan pengarahan.

Ia menyebut peran BPKP sangat strategis dalam memperkuat pemahaman aparatur mengenai pentingnya tata kelola berbasis risiko.

Lebih jauh, Sujiwo menekankan bahwa kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab tak bisa lepas dari keberanian menghadapi risiko. “Kalau tidak siap ambil risiko dan mengelola risiko, jangan ambil jabatan itu,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#Bimbingan Teknis #sujiwo #sosialiasi #efisien #bpkp #tata kelola