PONTIANAK POST — Cuaca buruk yang melanda perairan Kalimantan Barat pada Kamis (18/4) mengakibatkan tiga kapal, terdiri dari dua motor air dan satu speedboat, tenggelam hampir bersamaan di dua lokasi berbeda, yakni perairan Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, dan Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, membenarkan insiden tersebut. Dia menyebut cuaca ekstrem di sekitar lokasi kejadian menjadi penyebab utama kecelakaan laut ini.
"Pada saat kejadian, kondisi cuaca di masing-masing lokasi memang dalam keadaan tidak bersahabat. Ombak disertai angin kencang melanda di lokasi dan menyebabkan kapal-kapal tersebut tenggelam," ungkap Junetra dalam keterangan pers, Jumat (19/4) di Sungai Raya.
Junetra menuturkan, dalam dua peristiwa ini setidaknya ada 22 orang yang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, 18 orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
"Untuk kejadian speedboat yang tenggelam di Perairan Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, terdapat 15 korban. Sebanyak 12 orang berhasil selamat setelah naik ke atas jermal (rumah jaga tambak di tengah laut), sementara tiga orang lainnya sampai saat ini masih belum ditemukan," jelasnya.
Sementara itu, kecelakaan di Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah, melibatkan dua unit motor air yang tengah membawa muatan oli. Kapal-kapal ini berlayar dari Muara Kakap menuju Muara Jungkat untuk mengantar oli ke kapal tanker.
"Pada pukul 14.00 WIB, dua kapal motor yang mengangkut oli dengan total tujuh orang berlayar dari perairan Muara Kakap menuju Muara Jungkat. Setibanya di perairan Muara Jungkat, cuaca memburuk disertai angin kencang dan gelombang besar yang akhirnya menyebabkan dua kapal motor itu tenggelam," jelas Junetra.
Dalam kecelakaan di Muara Jungkat ini, enam dari tujuh orang berhasil selamat, sementara satu korban masih dinyatakan hilang. Junetra menambahkan, upaya pencarian telah dilakukan sejak malam hari oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, dan relawan masyarakat.
"Sejak tadi malam tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian, dan hingga hari ini pencarian di dua lokasi tersebut memasuki hari kedua. Semoga seluruh korban yang masih hilang bisa segera ditemukan," pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair