PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, menegaskan pentingnya pemutakhiran data penerima bantuan sosial melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dilakukan untuk memastikan program-program pemerintah lebih tepat sasaran, menggantikan sistem lama, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Saat ini sedang dilakukan ground checking atau pengecekan lapangan untuk pemutakhiran data yang sebelumnya dari DTKS, kini diarahkan ke satu data, yakni DTSEN,” ujar Yusran Anizam usai membuka Rapat Koordinasi Penguatan Program Keluarga Harapan (PKH), Pendamping Sembako (BPNT), dan Pekerja Sosial (Peksos) yang digelar Dinas Sosial Kubu Raya, Senin (28/4) di Aula Kepong Bakol Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kubu Raya.
Yusran menjelaskan rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelaksanaan program-program kesejahteraan masyarakat, baik dalam bentuk bantuan fisik maupun layanan sosial. Para pendamping PKH, pendamping sembako, serta pekerja sosial akan berperan aktif dalam proses pemutakhiran data di lapangan.
“Dengan adanya pemutakhiran ini, kita berharap data yang dihasilkan benar-benar relevan, mutakhir, dan valid, sehingga program bantuan bisa disalurkan kepada mereka yang memang berhak,” tegas Yusran.
Yusran juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi mendukung proses pendataan tersebut. Ia meminta masyarakat dapat menerima hasil pendataan dengan lapang dada. “Kalau memang berhak menerima bantuan sebagai KPM (Keluarga Penerima Manfaat), tentu akan dimasukkan ke dalam data. Tapi jika tidak berhak, saya minta bisa legowo karena banyak saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan,” pesannya.
Yusran menyampaikan, bagi warga yang belum terdata dalam DTSEN namun layak mendapatkan bantuan, pemerintah desa dapat mengambil langkah melalui mekanisme yang tersedia.
“Jika luput dari pendataan, nantinya bisa dibantu dari pemerintahan desa melalui mekanisme Puskesos dan BUMDes, yang akan menyiapkan dan melengkapi data yang diperlukan,” jelasnya, seraya berharap, melalui pembentukan DTSEN yang akurat, program-program sosial di Kubu Raya dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh langsung masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (ash)
Editor : Hanif