PONTIANAK POST – Sebanyak 317 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kubu Raya mengikuti kegiatan manasik haji yang digelar di Aula Praja Utama, Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (14/5). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pelepasan resmi para calon jemaah haji oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Manasik haji merupakan bagian krusial dalam rangkaian persiapan ibadah haji.
Tujuannya adalah membekali para jemaah dengan pemahaman menyeluruh mengenai tata cara pelaksanaan ibadah, baik secara teori maupun praktik. Pada kegiatan tersebut, para jemaah dibimbing untuk memahami rukun, wajib, dan sunnah haji, serta etika berinteraksi selama di Tanah Suci. Dalam sambutannya, Sujiwo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen penuh dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
Dukungan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga melibatkan kerja sama lintas sektor dengan Kementerian Agama dan berbagai instansi terkait. “Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan ibadah haji melalui koordinasi dengan Kementerian Agama dan berbagai pihak. Kami ingin memastikan para jemaah dapat berangkat dan pulang dalam keadaan sehat, aman, dan penuh keberkahan,” ujar Jiwo, sapaan karibnya.
Ia menambahkan bahwa perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah telah diberikan sejak tahap manasik hingga proses pemulangan para jemaah. Dukungan tersebut mencakup aspek logistik, bimbingan, serta pendampingan di bidang kesehatan dan keamanan. “Kami ingin para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk tanpa kekurangan apapun. Semua upaya kami tujukan agar perjalanan spiritual ini berjalan lancar dan penuh makna,” tambahnya.
Jiwo juga mengingatkan bahwa para calon haji membawa amanah besar sebagai wakil daerah dan bangsa di mata dunia internasional. Ia menekankan pentingnya menjaga akhlak mulia, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta mematuhi aturan yang berlaku di Arab Saudi.
“Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan bahwa ada amanah besar yang melekat pada diri para jemaah. Mereka adalah duta daerah dan bangsa ketika berada di Tanah Suci. Oleh karena itu, jagalah akhlak dan nama baik Kabupaten Kubu Raya serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Sujiwo.
Jiwo juga berpesan agar para jemaah menghindari tindakan yang dapat mencoreng citra bangsa. Ia berharap ibadah haji yang dijalani menjadi kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah, sekaligus menjadi teladan bagi umat Islam lainnya. “Hindarkan diri dari perbuatan yang dapat mencoreng citra kita bersama. Semoga ibadah haji yang dijalankan menjadi kebanggaan keluarga dan daerah, serta menjadi teladan bagi banyak orang,” ucapnya penuh harap. (ash)
Editor : Hanif