PONTIANAK POST – Dentuman keras memecah keheningan pagi di Desa Sungai Ambawang Kuala, Kubu Raya. Ledakan dari sebuah tabung gas rakitan di rumah seorang warga, Sulaiman (30), membuat warga Gang Manunggal panik dan keluar rumah. Insiden yang terjadi Selasa (20/5) pukul 08.00 WIB itu menyebabkan Sulaiman mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Kubu Raya Iptu Hafiz Febrandani melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade, peristiwa bermula saat Sulaiman sedang mengisi ulang gas ke dalam balon di dalam rumahnya. Saat proses pengisian berlangsung, terdengar suara desis dari tabung yang menandakan adanya kebocoran. “Karena sebelumnya pernah terjadi kebocoran serupa, korban berinisiatif mengambil air untuk mencoba menangani masalah tersebut,” terang Ade, Kamis (22/5) di Sungai Raya.
Namun nahas, saat Sulaiman baru melangkah sekitar dua meter dari tabung, ledakan dahsyat terjadi. Tubuhnya terhempas dan mengalami luka berat. Sang istri yang berada di dalam rumah terkejut dan segera keluar setelah mendengar suara ledakan dan teriakan korban. Ia mendapati suaminya terkapar di lantai rumah dalam kondisi penuh luka.
Teriakan sang istri menarik perhatian warga sekitar. Tanpa menunggu lama, warga langsung datang menolong dan mengevakuasi korban ke RS Yarsi Pontianak untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dirawat secara intensif oleh tim medis.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas dari Polsek Sungai Ambawang bersama tim Inafis Sat Reskrim Polres Kubu Raya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan sementara mengindikasikan bahwa ledakan dipicu oleh kebocoran tabung rakitan dan reaksi kimia dari bahan berbahaya. “Dugaan sementara, ledakan terjadi akibat reaksi kimia dari campuran soda api dan aluminium yang digunakan korban untuk menghasilkan gas dalam balon. Campuran ini memang dapat menimbulkan gas, tetapi sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan benar,” jelas Ade.
Pihak kepolisian, lanjut Ade, akan terus menyelidiki insiden tersebut lebih lanjut untuk memastikan tidak ada unsur lain yang terlibat. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan atau merakit tabung gas secara mandiri. “Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba-coba membuat tabung gas sendiri atau mencampur bahan kimia berbahaya tanpa pemahaman dan prosedur yang benar. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Ade. (ash)
Editor : Hanif