PONTIANAK POST - Kabupaten Kubu Raya mencatat sejarah sebagai tuan rumah pencanangan perdana Program Penguatan Imunisasi Berdampak Strategis tingkat nasional. Kegiatan yang digelar di Aula Hotel Dangau pada Kamis (12/6) ini dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dan menjadikan Kubu Raya sebagai daerah percontohan penguatan cakupan imunisasi.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyebut pencanangan ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi daerahnya. “Kubu Raya dijadikan percontohan nasional pertama. Ini sebuah kehormatan, tapi juga tanggung jawab besar,” ujarnya. Meski demikian, ia mengakui capaian imunisasi di Kubu Raya masih rendah, yakni sekitar 44 persen, jauh dari target nasional. Untuk itu, ia mendorong kolaborasi lintas elemen, termasuk organisasi pemuda, mahasiswa, dan paguyuban untuk aktif menyosialisasikan pentingnya imunisasi.
“Kita harus melawan hoaks yang selama ini jadi hambatan. Pemuda dan mahasiswa harus jadi agen penyuluh di masyarakat,” tegasnya. Sukiryanto juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini, termasuk sebelum masa kehamilan, terutama terkait imunisasi dan kesehatan reproduksi. “Pemahaman lintas etnis menjadi kunci, karena masih ada komunitas yang ragu akibat informasi keliru,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan menyoroti maraknya informasi salah yang beredar di media sosial sebagai penyebab meningkatnya jumlah anak yang tidak diimunisasi. “Ada anggapan keliru bahwa imunisasi polio menyebabkan kelumpuhan. Padahal justru imunisasi mencegah penyakit tersebut. Ini yang harus diluruskan,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ini merupakan langkah strategis untuk menurunkan angka penyakit menular dan mengatasi stunting secara sistematis. “Dengan program ini, kita harap cakupan imunisasi meningkat lebih cepat. Masyarakat akan lebih terlindungi dan lebih sehat,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif