Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hantaman Tongkang Ganggu Distribusi Air Bersih ke 1.700 Rumah

Ashri Isnaini • Senin, 16 Juni 2025 | 12:31 WIB
RUSAK: Tongkang yang lepas kendali menghantam pangkalan speed milik warga di Dusun Merdeka, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (14/6).
RUSAK: Tongkang yang lepas kendali menghantam pangkalan speed milik warga di Dusun Merdeka, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (14/6).

PONTIANAK POST - Kerusakan paling parah akibat hantaman tongkang yang lepas kendali dialami oleh instalasi pengambilan air baku (intake) milik Perumda Air Minum Tirtaraya Kubu Raya.

Bangunan roboh total dan sejumlah peralatan penting seperti panel listrik serta perlengkapan operasional tenggelam ke dasar sungai akibat benturan tongkang.

Saat dikonfirmasi, Direktur Perumda Air Minum Tirtaraya Kubu Raya, Harmawan, membenarkan kerusakan tersebut. “Benar, bangunan intake kita di Sungai Kapuas roboh total setelah ditabrak tongkang. Panel listrik dan peralatan lainnya juga ikut tenggelam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/6).

Harmawan menyebutkan, dampak dari kerusakan tersebut sangat signifikan. Sebanyak 1.700 sambungan rumah di wilayah layanan Perumda mengalami gangguan distribusi air bersih.

“Air tidak mengalir dan ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat. Kami menyadari betul dampaknya bagi para pelanggan,” ucapnya.

Sebagai respons cepat, pihak Perumda Air Minum Tirtaraya segera membangun intake darurat dengan sistem modifikasi teknis agar suplai air bisa kembali disalurkan secepatnya. Proses pengerjaan intake darurat tersebut ditargetkan selesai dalam waktu empat hingga lima hari.

“Hari ini (kemarin), kami mulai pengerjaan intake darurat. Estimasi pengerjaannya sekitar empat sampai lima hari ke depan. Kami upayakan secepat mungkin agar suplai air bersih kembali normal,” jelas Harmawan.

Sementara untuk pembangunan intake permanen yang baru, waktu pengerjaan diperkirakan memerlukan waktu satu hingga dua bulan. Namun selama masa pemulihan, Harmawan memastikan kebutuhan dasar pelanggan tetap akan dipenuhi melalui sistem darurat.

“Kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Meskipun saat ini dalam kondisi darurat, kami pastikan suplai air bersih tetap tersedia dengan sistem modifikasi sementara,” tegasnya.

Pihak kepolisian bersama tim teknis dan masyarakat melakukan penanganan dan pengamanan lokasi kejadian hingga malam hari. Proses evakuasi tongkang dan penggeseran ke dok pelabuhan selesai pada Sabtu (14/6) sekitar pukul 22.30 WIB. Situasi di lokasi tetap aman dan terkendali selama proses berlangsung.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade menegaskan penyelidikan masih berlanjut, termasuk koordinasi dengan pihak pemilik kapal dan tongkang.

“Kasus ini sedang dalam penanganan Polsek Sungai Raya. Kami juga akan berkoordinasi dengan perusahaan terkait untuk proses selanjutnya,” tutup Ade. (ash)

Editor : Hanif
#lepas kendali #rusak #distribusi air bersih #kubu raya #intake #tongkang