Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bupati Sujiwo Gagas Taman Budaya untuk Ruang Ekspresi Seni di Kubu Raya

Ashri Isnaini • Rabu, 18 Juni 2025 | 11:24 WIB
MEMBAUR: Bupati Kubu Raya, Sujiwo berbaur akrab dengan para pelajar usai membuka Festival Literasi Budaya Nusantara di SMP Negeri 2 Sungai Raya, Senin (16/6).
MEMBAUR: Bupati Kubu Raya, Sujiwo berbaur akrab dengan para pelajar usai membuka Festival Literasi Budaya Nusantara di SMP Negeri 2 Sungai Raya, Senin (16/6).

PONTIANAK POST – Komitmen Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dalam mendukung pelestarian budaya bangsa kembali ditegaskan lewat gagasannya untuk menghadirkan taman budaya di Kabupaten Kubu Raya. Ide ini muncul sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pentingnya ruang ekspresi seni dan budaya, terutama bagi generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Sujiwo saat membuka Festival Literasi Budaya Nusantara di SMP Negeri 2 Sungai Raya, Senin (16/6). Festival tahunan yang telah berlangsung selama empat tahun itu menjadi inspirasi baginya untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam menyediakan ruang yang layak bagi kegiatan kebudayaan.

“Saya punya mimpi, ke depan kita punya taman budaya sebagai tempat anak-anak berekspresi. Menurut saya, taman budaya ini sebenarnya kebutuhan. Nanti akan saya diskusikan dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), bagaimana caranya kita punya taman budaya yang sederhana, tapi representatif dan bisa menjadi ruang publik,” ujar Jiwo, sapaannya.

Ia menambahkan, taman budaya bukan hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang edukasi, interaksi, dan pelestarian jati diri bangsa. Keberadaannya diyakini sebagai sarana strategis untuk membentuk kepribadian anak-anak agar tetap mencintai budaya sendiri di tengah derasnya arus budaya asing.

“Generasi sekarang harus diproteksi agar tidak larut dalam budaya luar yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai kita, termasuk budaya Korea yang kini sedang marak. Budaya bangsa ini penting. Bahkan Bung Karno memasukkannya dalam Trisakti: berdikari di bidang ekonomi, berdaulat di bidang politik, dan berkepribadian di bidang kebudayaan,” tegasnya.

Jiwo menilai, kegiatan seperti Festival Literasi Budaya Nusantara adalah langkah konkret dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak dini. Ia mengapresiasi SMP Negeri 2 Sungai Raya yang konsisten menyelenggarakan festival tersebut sebagai bentuk literasi yang luas dan mendalam, tak sekadar membaca dan menulis.

“Literasi itu bukan cuma soal membaca dan menulis, tapi juga bagaimana siswa memahami sejarah, seni, budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa. Apa yang ditampilkan anak-anak ini adalah bentuk literasi yang lebih luas dan sangat bermakna,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sujiwo berharap kegiatan serupa dapat digelar di sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari upaya kolektif membangun kecintaan terhadap budaya sendiri. Ia bahkan mengusulkan agar pelajar tingkat SMP mulai dikenalkan pada sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara dan kontribusinya terhadap berdirinya Indonesia.

“Alangkah baiknya kalau di tiap SMP ada upaya mengenalkan sejarah kerajaan Nusantara. Meskipun dulu tidak menyatu, masing-masing kerajaan memiliki perjuangan yang turut membentuk Indonesia. Anak-anak harus memahami itu,” tambahnya.

Dengan kehadiran taman budaya, Sujiwo optimistis Kubu Raya akan memiliki ruang representatif yang tak hanya menjadi panggung ekspresi seni, tetapi juga simpul pembelajaran dan penguatan karakter kebangsaan generasi muda. “Inilah bentuk nyata cinta terhadap bangsa. Kita dukung kreativitas dan ekspresi anak-anak, tapi juga harus diarahkan agar tidak tercerabut dari akar budaya sendiri,” pungkas Sujiwo. (ash)

Editor : Hanif
#taman budaya #ekspresi seni #sujiwo #kubu raya