Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kubu Raya Dorong Swasembada Jagung Lewat Pemanfaatan Lahan Tidur

Ashri Isnaini • Selasa, 24 Juni 2025 | 11:05 WIB
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan dengan mendorong swasembada jagung. Wakil Bupati Sukiryanto menegaskan pentingnya dukungan nyata bagi petani, termasuk melalui kepastian pembiayaan dan pemanfaatan lahan tidur yang masih melimpah.

“Kita di Kubu Raya ada lahan yang layak tanam seluas 2.004 hektare. Dari panen sebelumnya, sudah 900 hektare lebih tersedia, tapi yang terealisasi baru sekitar 304 hektare. Ini yang harus kita dorong agar bisa ditingkatkan,” ungkap Sukiryanto, usai menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapan Panen Raya Jagung Kuartal III Tahun 2025, Senin (23/6) di Graha Khatulistiwa Polda Kalimantan Barat.

Rapat tersebut digelar untuk mempercepat dan mengoptimalkan sektor pertanian jagung dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Dalam upaya optimalisasi pertanian jagung, Sukiryanto menekankan perlunya dukungan pembiayaan yang jelas bagi petani. Dia menyebutkan, jika benar tersedia alokasi dana dari kementerian yang bisa dimanfaatkan langsung di lapangan, maka petani akan lebih mudah dalam mengembangkan lahan.

“Kalau memang betul informasi itu, misalnya per 200 hektare dibiayai sebesar Rp3 miliar oleh Kementerian, ya aman. Itu bisa kita tanam semua,” ujarnya. Sukiryanto menyatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memastikan potensi dukungan tersebut dapat dimanfaatkan maksimal oleh para petani di tingkat desa dan kelompok tani.

Meski demikian, Sukiryanto tidak menampik adanya tantangan di lapangan. Salah satunya adalah kecenderungan petani yang mulai beralih ke komoditas lain, seperti kelapa sawit, yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar program ketahanan pangan tetap seimbang.

“Sekarang memang banyak yang lebih tertarik ke sawit, apalagi harga sedang tinggi, bisa Rp3.000 lebih per kilogram. Tapi kita tetap perlu koordinasi agar pertanian jagung tetap berjalan,” katanya. Sebagai langkah konkret, Sukiryanto berencana menggelar pertemuan lintas sektor bersama para camat, kepala desa, kelompok tani, hingga pihak kepolisian dan unsur pemerintah daerah lainnya. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi dan merumuskan strategi bersama dalam memperluas areal tanam jagung dan menjaga keberlangsungan produksi pangan lokal. (ash)

Editor : Hanif
#swasembada jagung #panen raya jagung kuartal II #petani #Pembiayaan #lahan tidur #kubu raya #Sukiryanto