Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kubu Raya Dorong Industri Berbasis Potensi Lokal dan Sinergi Lintas Sektor

Ashri Isnaini • Kamis, 26 Juni 2025 | 13:42 WIB
DUKUNGAN: Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam, memimpin rapat koordinasi informasi untuk mendukung program hilirisasi dan peningkatan investasi, Selasa (24/6).
DUKUNGAN: Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam, memimpin rapat koordinasi informasi untuk mendukung program hilirisasi dan peningkatan investasi, Selasa (24/6).

PONTIANAK POST – Di tengah upaya memperkuat hilirisasi dan menarik investasi daerah, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menekankan perlunya sinergi informasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan kawasan industri secara berkelanjutan. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan, Selasa (24/6) di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya.

Yusran menyatakan, dengan luas wilayah dan posisi geografis yang strategis sebagai hinterland Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, Kubu Raya memiliki peran vital sebagai gerbang utama keluar-masuk transportasi darat dan udara. Potensi besar ini menurutnya harus dikelola secara terpadu dan berbasis data yang akurat. "Dengan luas wilayah yang dimiliki, setiap sektor industri harus memahami dan memiliki data yang relevan dan akurat terkait bidangnya masing-masing, termasuk potensi pengembangan industri hilirnya," ujarnya.

Yusran pun menekankan pengelolaan kawasan industri tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi antarsektor yang terencana dan tersinkronisasi agar program pembangunan berjalan efektif, efisien, serta berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kubu Raya sangat signifikan. Saat ini, sektor tersebut menduduki peringkat pertama sebagai penyumbang utama PDRB daerah, menandakan adanya kemajuan dalam upaya pengelolaan potensi wilayah secara mandiri.

"Salah satu yang sudah terbukti berkontribusi besar terhadap PDRB kita adalah sektor industri pengolahan. Artinya, sektor ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Namun demikian, Yusran juga menggarisbawahi bahwa Kubu Raya masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait angka pengangguran terbuka yang berada di atas rata-rata provinsi. Sebagai wilayah dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, Kubu Raya memerlukan pendekatan pembangunan yang tanggap, responsif, dan terintegrasi.

"Aparatur pemerintah daerah harus mampu berpikir strategis dan tanggap dalam mendukung percepatan pembangunan layanan kepada masyarakat. Jika tidak didukung dengan penguasaan data sektoral serta perencanaan konsep yang jelas di bidang masing-masing, maka saya pastikan aparatur tersebut tidak akan bersinar dan akan digantikan oleh yang lebih siap," tegas Yusran.

Dia juga menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons tantangan pembangunan, namun tetap dalam koridor aturan yang berlaku. “Kalau visi dan misinya sudah ditetapkan, maka tugas kita adalah menentukan langkah konkret untuk mewujudkannya. Kita perlu gerak cepat, tetapi tidak boleh keluar dari aturan,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut diharapkan menjadi forum komunikasi strategis antarperangkat daerah untuk merumuskan pembangunan kawasan industri yang berbasis data dan perencanaan yang matang. Yusran menegaskan pembangunan kawasan industri harus berpihak pada masyarakat dan mengedepankan prinsip inklusivitas. “Ini adalah langkah awal untuk memperkuat daya saing daerah melalui hilirisasi yang inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Maka, sinergi dan sinkronisasi informasi lintas sektor menjadi sangat penting,” pungkas Yusran Anizam. (ash)

Editor : Hanif
#investasi berkelanjutan #Lintas Sektor #pembangunan #Pemkab Kubu Raya #industri #potensi lokal