Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dekat Bandara, Karhutla Rasau Jaya-Kubu Raya Segera Dipadamkan

Ashri Isnaini • Sabtu, 28 Juni 2025 | 13:14 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Kapolres AKBP Kadek Ary Mahardika memantau langsung pemadaman karhutla di Desa Rasau Jaya Umum, Kamis (26/6) petang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Kapolres AKBP Kadek Ary Mahardika memantau langsung pemadaman karhutla di Desa Rasau Jaya Umum, Kamis (26/6) petang.

PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, mengundang perhatian serius. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, bersama Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, turun langsung ke lokasi kebakaran pada Kamis petang (26/6), meninjau sekaligus ikut memadamkan api yang mengancam keselamatan warga, bahkan jalur penerbangan di Bandara Supadio.

Peninjauan dan pemadaman dilakukan di Jalan Sultan Agung, perbatasan Kecamatan Rasau Jaya dan Sungai Raya. Lokasi tersebut masih mengeluarkan asap tebal. Tim gabungan yang terlibat meliputi TNI, Polri, BPBD Kubu Raya, Manggala Agni, Damkar KPH Kubu Raya, serta Masyarakat Peduli Api Rasau Jaya.

“Kalau dari arah kantor bupati, lokasi kebakaran berada di kiri jalan menuju Rasau Jaya. Kondisinya cukup serius, dan karena itu saya hadir langsung untuk memberi motivasi kepada petugas di lapangan,” ujar Sujiwo.

Ia menegaskan, membuka lahan dengan cara membakar harus dihentikan. Selain membahayakan kesehatan masyarakat, asap karhutla juga dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

“Asap ini tidak hanya berbahaya untuk anak-anak sekolah yang menghirupnya, tapi juga mengganggu jarak pandang di sekitar bandara. Maka saya ikut turun langsung, dan akan membersamai tim sampai malam,” tegasnya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, menyebutkan bahwa lahan yang terbakar mencapai sekitar satu hektare. Vegetasi terdiri atas semak belukar, pakis, dan akasia di atas lahan gambut yang sangat mudah terbakar. Titik api diketahui hanya berjarak 50 meter dari permukiman warga, dengan sumber air terdekat berupa parit galian di tepi jalan.

“Kebakaran terjadi di lahan milik warga, tetapi pemiliknya belum diketahui. Koordinat titik api kami pantau berada di -0.206670, 109.395730. Jenis tanah gambut membuat pemadaman cukup sulit, jadi pembasahan terus kami lakukan agar api tak menjalar ke rumah penduduk,” jelasnya.

Kadek menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat patroli dan edukasi kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa membuka lahan dengan cara membakar tidak hanya berbahaya tetapi juga melanggar hukum. “Kalau menemukan titik api atau aktivitas pembakaran liar, segera laporkan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga keselamatan,” ujarnya.

Di akhir peninjauan, Bupati Sujiwo mengapresiasi seluruh elemen yang terlibat dalam upaya pemadaman. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau yang rawan karhutla.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Karhutla ini hanya bisa ditangani dengan gotong royong antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Jangan sampai karena satu kelalaian, banyak yang harus menanggung akibatnya,” pungkasnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#bandara #penerbangan #karhutla #kubu raya #RASAU JAYA