PONTIANAK POST — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya dalam menata pedagang kaki lima (PKL) secara humanis tanpa melakukan penggusuran.
“Alhamdulillah, penertiban dan penataan yang kami lakukan di kawasan itu sudah tuntas. Saya memberikan apresiasi kepada Kasatpol PP, Dinas Perdagangan, dan semua pihak yang telah melakukan penertiban dengan pendekatan humanis,” ujar Sujiwo, baru-baru ini di Sungai Raya.
Sujiwo menilai, penertiban ini bukan untuk menghilangkan mata pencaharian pedagang, melainkan untuk menata lokasi agar pedagang dapat berjualan di tempat yang lebih layak dan sesuai aturan. Penataan ini dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk di depan Jalan Sudarso dan jalur menuju Korpri, yang sebelumnya padat oleh pedagang dan kerap menyebabkan kemacetan.
Untuk mendukung keberlangsungan usaha para pedagang, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga tengah menghidupkan kembali beberapa pasar tradisional seperti Pasar Sejati dan Pasar Haji Muksin agar menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat yang tertata dan representatif.
Dikesempatan yang sama, Sujiwo mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga berencana memberikan bantuan berupa 100 unit gerobak baru kepada para pedagang. Bantuan ini akan dibagikan secara cuma-cuma, bukan disewakan, dan diprioritaskan bagi pedagang yang berjualan di sepanjang jalur dari Simpang Polda menuju Korpri.
“Saya lihat banyak pedagang buah dengan gerobak dan tenda yang sudah kumuh. Maka kita akan bantu dengan gerobak baru. Kita gandeng pihak ketiga, dan nanti semua pedagang akan kita data terlebih dahulu,” jelas Sujiwo.
Selain bantuan gerobak, pemerintah daerah juga akan menata area jualan dengan konsep khusus, yaitu penempatan pedagang di sisi kiri jalan. Kawasan ini juga akan dipercantik dengan penanaman tanaman hias serta penerangan yang memadai, sehingga tidak hanya nyaman untuk berdagang, tetapi juga bisa menjadi pusat kuliner baru di Kubu Raya bahkan Kalimantan Barat.
“Ini bukan penggusuran, ini penataan. Pedagang kecil juga punya hak untuk hidup layak. Justru kita bantu agar mereka bisa berdagang dengan tenang, rapi, dan tidak melanggar aturan,” tegas Sujiwo.
Sujiwo menekankan penataan PKL ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, indah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kubu Raya. Sujiwo juga mengajak seluruh pihak, baik pedagang maupun masyarakat sekitar, untuk mendukung program ini demi kebaikan bersama.
“Mari kita bersama-sama mendukung penataan ini. Kita ingin lingkungan yang tertib, nyaman, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif