SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengambil sikap tegas dan proaktif dalam merespons polemik seputar Tarekat A-Mu’min dengan menggelar rapat koordinasi bersama tokoh agama dan Forkopimda, Senin (4/8). Langkah ini sebagai bentuk fasilitasi pemerintah daerah menyikapi Fatwa MUI Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2025, yang menjadi perhatian masyarakat.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, digelar di Kantor Bupati dan dihadiri berbagai elemen penting. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir sebagai penjaga stabilitas sosial dan penjembatan dialog antar pihak. “Pemerintah daerah hadir untuk memediasi. Keputusan yang lahir dari dialog ini nantinya akan kita kawal bersama,” ujar Sukiryanto.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh sikap dan kebijakan pemerintah akan selalu berpijak pada hukum negara dan norma agama, sehingga tidak menimbulkan keberpihakan ataupun diskriminasi. “Aliran Tarekat A-Mu’min ini perlu kita kaji bersama dengan merujuk pada Fatwa MUI Kalbar sebagai dasar pembahasan. Kita harus memahami bagaimana pelaksanaannya di lapangan,” ujarnya.
Guna memastikan situasi tetap kondusif, Sukiryanto menugaskan Badan Kesbangpol Kubu Raya agar lebih proaktif dalam mencegah potensi keresahan di masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai garda depan harmoni sosial di wilayah yang majemuk secara keyakinan. “Jika memang ada yang dinilai salah, maka harus dijelaskan dasarnya. Sebaliknya, jika benar, maka harus kita benarkan,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini melibatkan unsur Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan organisasi keagamaan. Kehadiran mereka mencerminkan tingginya kepedulian terhadap isu stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama.
Di akhir pertemuan, Sukiryanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjaga keadilan dan kedamaian. “Pemerintah hanyalah pelaksana amanah rakyat. Tugas kami adalah membawa keadilan, keamanan, dan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif