PONTIANAK POST – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menegaskan ketersediaan listrik merupakan hak mendasar masyarakat sekaligus menjadi wujud nyata dari kemerdekaan. Menurutnya, pemerataan pembangunan harus dapat dirasakan semua lapisan tanpa terkecuali, termasuk masyarakat di desa dan dusun yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.
“Jika sampai hari ini masih ada masyarakat kita yang belum merasakan adanya listrik, itu sama saja seperti mereka belum merasakan kemerdekaan. Ini harus kita perjuangkan bersama,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi untuk merumuskan strategi percepatan pembangunan listrik desa bagi dusun dan desa yang belum teraliri listrik, Jumat (15/8), di Ruang Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya.
Dalam rapat tersebut, Sukiryanto menggagas strategi yang dia sebut sebagai jolok bersama. Strategi ini merupakan langkah kolaboratif dan berjenjang dalam memperjuangkan anggaran pembangunan listrik. Mekanismenya dimulai dari RT dan desa yang membuat surat usulan ke Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
Selanjutnya, surat akan diteruskan ke Dinas ESDM Provinsi untuk memperoleh rekomendasi Gubernur, lalu diajukan ke Kementerian ESDM dengan tembusan ke Komisi XII DPR RI.
Dia mengakui, kondisi geografis Kubu Raya yang sebagian wilayahnya berupa kepulauan serta keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam pemerataan listrik. Namun, Sukiryanto mengajak PLN dan Pemerintah Provinsi Kalbar untuk bersinergi mencari solusi, terutama bagi wilayah yang infrastruktur tiang listriknya sudah tersedia tetapi belum teraliri jaringan.
Sebagai tindak lanjut, rapat memutuskan untuk segera melakukan sinkronisasi data guna memetakan secara riil desa dan dusun yang masih gelap gulita. Sukiryanto juga meminta dukungan media untuk menyuarakan kondisi ini agar menjadi perhatian publik dan pemerintah pusat.
“Kami minta bantuan media untuk menguatkan pesan bahwa masih terdapat masyarakat kita yang belum menikmati listrik. Ini bukan karena kelalaian, tetapi karena keterbatasan anggaran dari pusat yang harus kita perjuangkan bersama,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif