PONTIANAK POST– Kapal Motor (KM) King milik Multika Bahri tenggelam di perairan Padang Tikar Satu, Kecamatan Batu Ampar, Minggu (17/8) sore, saat mengangkut 23 ton kelapa dari Desa Ambarawa. Musibah ini terjadi diduga kuat dipicu hujan deras dan gelombang tinggi yang menghantam lambung kapal hingga air masuk ke ruang mesin.
Beruntung, nakhoda dan tiga anak buah kapal (ABK) berhasil selamat. Mereka segera mendapatkan pertolongan dari masyarakat setempat bersama aparat kepolisian yang sigap turun ke lokasi kejadian.
Identitas keempat awak kapal yang berhasil dievakuasi yaitu nakhoda Hendar dan tiga ABK, masing-masing Agi, Hajar, dan Gebbi. Seluruhnya ditemukan dalam keadaan selamat tanpa mengalami luka.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan hasil penyelidikan. Kapal milik Multika Bahri tersebut berangkat dari Desa Ambarawa sekitar pukul 16.20 WIB dengan membawa muatan kelapa menuju Pelabuhan Padang Tikar.
Saat kapal sedang tambat dan proses bongkar muat berlangsung, hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba mengguncang perairan. Gelombang tinggi menerjang lambung kapal hingga air masuk ke ruang mesin, dan dalam hitungan menit KM King pun karam.
“Begitu mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Batu Ampar bersama warga langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk memastikan keselamatan awak kapal. Alhamdulillah, seluruh kru berhasil diselamatkan,” ungkap Ade, Senin (18/8), di Sungai Raya.
Ade menambahkan, hingga kini upaya evakuasi badan kapal belum dapat dilakukan karena kondisi gelombang laut masih tinggi. Meski begitu, petugas bersama warga tetap berusaha menyelamatkan sebagian muatan kelapa agar tidak seluruhnya hanyut terbawa arus. Dari peristiwa ini, kerugian materil ditaksir mencapai Rp100 juta.
Pihak kepolisian lanjut Ade, mengimbau para nelayan dan pemilik kapal untuk lebih berhati-hati serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.
“Faktor cuaca menjadi penyebab utama kapal karam. Kami mengingatkan masyarakat, khususnya para pemilik kapal motor dan nelayan, untuk selalu mengecek prakiraan cuaca dan memprioritaskan keselamatan dalam beraktivitas di laut,” tambah Ade.
Hingga saat ini, Polsek Batu Ampar terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk rencana evakuasi kapal, sambil memantau kondisi perairan Padang Tikar yang masih dilanda cuaca buruk. (ash)
Editor : Hanif