PONTIANAK POST – Sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) berkolaborasi dengan Institut Teknologi dan Bisnis Sabda Setia (ITBSS) Pontianak melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (8/8).
Kegiatan ini dipimpin oleh Dedi Wijayanto bersama dosen anggota Suci Pramadita, Ratnawati, dan Ivan Sujana, serta didukung mahasiswa Pascalis Piter Panamuan, Merta Febriana Nainggolan, Nelly, Lina, dan Lusiawati.
PKM kali ini menyasar Kelompok Tani Simpang Jaya 1 yang diketuai oleh M. Amin Dalek. Selama ini, kelompok tani tersebut berfokus pada usaha perkebunan kelapa dengan produk utama berupa kelapa kupas bulat (kelapa dagang).
Namun, limbah sabut kelapa masih belum dimanfaatkan karena keterbatasan akses teknologi, padahal potensinya besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Untuk menjawab tantangan itu, tim PKM memberikan diseminasi pengetahuan sekaligus hibah teknologi tepat guna berupa mesin pengurai sabut kelapa, mesin pengayak sabut kelapa, dan alat roll press serat sabut kelapa.
Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani mengolah sabut kelapa menjadi berbagai produk, seperti sapu, sandal, hingga cocobristle.
“Program ini menjadi salah satu wujud komitmen Untan dan ITBSS dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan ilmu kewirausahaan. Harapannya, potensi lokal dapat bernilai tambah dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ketua Tim PKM, Dedi Wijayanto.
Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi berharap masyarakat Desa Punggur Kecil mampu mengembangkan usaha berbasis sabut kelapa secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam mendorong kesejahteraan bersama.
“Kami Kelompok Tani Simpang Jaya 1 mengucapkan terima kasih atas bantuan tiga alat dari PKM DPPM 2025. Alhamdulillah, dengan adanya pendampingan Bapak Dedi Wijayanto, Ibu Suci Pramadita, dan Ibu Ratnawati, limbah sabut kelapa yang dulu hanya dibuang kini bisa kami olah menjadi produk bermanfaat, seperti sandal dan sapu," ungkap M. Amin Dalek, Ketua Kelompok Tani Simpang Jaya 1.
"Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung pengembangan usaha kami. Terima kasih atas perhatian dan fasilitas yang diberikan,” pungkasnya. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro