PONTIANAK POST - Bertahun-tahun hanya melayani penerbangan domestik, Bandara Internasional Supadio kembali membuka rute luar negeri. Mulai 12 September 2025, rute Pontianak–Kuching resmi terbang dua kali sehari, disusul rute ke Kuala Lumpur empat kali sepekan, dan Singapura yang tengah dipersiapkan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio, Muhamad Iwan Sutisna, memastikan kesiapan layanan internasional tersebut.
Ia menyebut, kebutuhan penerbangan ke luar negeri sangat mendesak bagi masyarakat Kalbar, mengingat letak geografis Pontianak yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
“InsyaAllah pada 12 September 2025 akan ada penerbangan Pontianak–Kuching. Untuk Kuala Lumpur dijadwalkan empat kali seminggu, dan rute Singapura juga sedang kami proses,” jelas Iwan kepada Pontianak Post, Minggu (31/8).
Menurutnya, status internasional Bandara Supadio kini kembali nyata, bukan hanya sebatas nama. Fasilitas pendukung seperti layanan imigrasi, bea cukai, dan karantina sudah aktif kembali.
“Dua kali menyandang status internasional, Bandara Supadio kini merevitalisasi layanan. Sistem keimigrasian, bea cukai, dan karantina sudah siap. Hanya saja ada permintaan penambahan ruangan dan server data untuk mendukung operasional,” terangnya.
Pembukaan kembali rute internasional ini disambut antusias masyarakat Kalbar. Selama ini, kebutuhan bepergian ke luar negeri, terutama ke Malaysia dan Singapura, harus melalui bandara kota lain. Dengan adanya layanan ini, mobilitas pekerja migran, pelaku bisnis, maupun wisatawan diyakini akan lebih mudah dan efisien.
“Harapannya, ini bukan hanya membuka konektivitas, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Pariwisata, perdagangan, dan investasi akan lebih berkembang,” pungkas Iwan. (ash)
Editor : Hanif