Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Teh Tarik Borneo, Inovasi Rempah Khas yang Jadi Primadona di Kubu Raya

Ashri Isnaini • Selasa, 9 September 2025 | 10:35 WIB
TEK TARIK: Latif, pemilik Limboeng Coffee & Car Wash, menyajikan Teh Tarik Borneo sekaligus menjelaskan racikan rempah khas yang menjadi daya tarik minuman tersebut.
TEK TARIK: Latif, pemilik Limboeng Coffee & Car Wash, menyajikan Teh Tarik Borneo sekaligus menjelaskan racikan rempah khas yang menjadi daya tarik minuman tersebut.

PONTIANAK POST – Bagi pecinta teh tarik, minuman ini mungkin sudah biasa dinikmati di berbagai kedai kopi. Namun, berbeda dengan sajian di Limboeng Coffee & Car Wash, di sini, teh tarik hadir dengan sentuhan khas Borneo yang diracik menggunakan campuran rempah tradisional, menjadikannya minuman hangat penuh cita rasa sekaligus berkhasiat.

Adalah Latif, pemilik Limboeng Coffee, yang pertama kali menggagas kreasi minuman bernama Teh Tarik Borneo. Dia ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari sajian teh tarik pada umumnya.

“Isian rempah-rempah berkhasiat di dalamnya, mulai dari cengkeh, kayu manis, ekstrak pasak bumi, hingga ginseng menjadi daya tarik minuman ini,” tutur Latif, Minggu (7/9) sore, di cafe miliknya yang terletak di Jalan Adi Sucipto KM 15,3, Kubu Raya.

Menurut Latif, Teh Tarik Borneo banyak dipesan khususnya oleh kaum pria yang datang ke warung kopi miliknya. “Bapak-bapak sangat senang minum ini karena khasiatnya terasa sekali. Selain menghangatkan badan, rempah di dalamnya juga memberi energi,” jelasnya.

Namun, bukan hanya orang dewasa yang menyukainya. Teh Tarik Borneo juga menjadi favorit anak muda dan bahkan anak-anak karena rasanya yang unik: perpaduan manis, gurih, sekaligus hangat dari rempah.

Inspirasi Latif menciptakan Teh Tarik Borneo datang dari keinginannya menghadirkan identitas khas daerah. Dia meyakini, perpaduan rempah Nusantara adalah kekayaan rasa yang harus terus dikenalkan.

“Kalau biasanya teh tarik hanya teh dan susu, kami ingin ada nilai lebih. Jadi setiap orang yang datang ke sini bisa merasakan sensasi berbeda, khas Kalimantan,” katanya.

Selain Teh Tarik Borneo, Limboeng Coffee juga punya menu andalan lain yakni Kopi Limboeng. Menariknya, setiap cangkir kopi disajikan bersama kue tradisional, seperti blodar yakni roti manis bertekstur lembut yang menjadi ciri khas kafe ini.

“Kita ingin mengangkat kembali kue tradisional. Jadi, setiap orang yang ngopi di sini otomatis dapat blodar sebagai teman ngopi,” tambah Latif.

Nama Limboeng sendiri bukan sekadar label. Menurut Latif, kata itu diambil dari lumbung, yang berarti tempat berkumpul dan berbagi ide. Dia berharap kafenya menjadi ruang persahabatan, tempat orang bisa bertukar gagasan sambil menikmati sajian khas.

Tak hanya menawarkan menu makanan dan minuman dengan harga terjangkau mulai Rp10 ribu, Limboeng Coffee juga menyediakan layanan cuci kendaraan. Konsep ini menjadikannya unik: pelanggan bisa bersantai ngopi sambil menunggu mobil atau motor dicuci bersih. (ash)

Editor : Hanif
#rasa unik #racikan rempah #teh tarik #primadona #Borneo