Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kronologi Pria di Sungai Ambawang Ditemukan Tewas dengan Senjata Api Rakitan

Ashri Isnaini • Jumat, 12 September 2025 | 20:52 WIB

Polisi mengevakuasi korban GT dari TKP pada Jumat (12/9).
Polisi mengevakuasi korban GT dari TKP pada Jumat (12/9).

PONTIANAK POST – Warga Sungai Ambawang digemparkan oleh peristiwa tragis bunuh diri. Seorang pria berinisial GT (48) ditemukan sudah tak bernyawa dengan luka tembak di kepala, Jumat (12/9), di area belakang gedung sarang burung walet di Jalan Trans Kalimantan KM 37.

Korban diduga mengakhiri hidup dengan cara menembak dirinya sendiri menggunakan senjata api rakitan.

Sebelumnya, sang istri sempat mendengar suara letupan keras menyerupai balon pecah dari arah gedung sarang burung walet.

Dan kemudian sekitar pukul 11.00 WIB korban ditemukan oleh istri dan anaknya. Istri korban kemudian meminta anaknya mengecek, dan mendapati GT sudah tergeletak di tanah dengan kepala berlumuran darah.

Baca Juga: PKM Poltekkes Kemenkes Pontianak Latih Siswa SMAN 1 Sungai Ambawang Tangani Henti Jantung

Anak korban langsung meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya Iptu Nunut Rivaldo Simanjuntak, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, membenarkan kejadian itu.

“Dari hasil pemeriksaan awal, kuat dugaan korban mengakhiri hidup dengan cara menembak dirinya menggunakan senjata api rakitan,” jelas Ade, Jumat malam (12/9). 

Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa sepucuk senpi rakitan dan satu selongsong peluru.

Lokasi kejadian dipasangi garis polisi, sementara jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Pontianak guna pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Juga: Wujudkan Pelayanan Prima, Empat Pejabat Pengawas Kantah Kubu Raya Resmi Dilantik

Ade mengatakan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, GT diketahui sudah cukup lama mengalami depresi akibat penyakit yang tak kunjung sembuh.

Kondisi itu diduga kuat menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.

“Saat ini Polres Kubu Raya masih melakukan penyelidikan intensif terkait penyebab korban mengakhiri hidup, termasuk menelusuri asal-usul senjata api rakitan dan peluru yang digunakan,” pungkas Ade. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#selidiki #tewas #polisi #Senjata Api Rakitan #SUNGAI AMBAWANG