Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

PKM Untan di Pesantren Ma’hadul Qur’an Al Qosimi Resmi Ditutup dengan Capaian Membanggakan

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 22 September 2025 | 18:32 WIB

Tim PKM Universitas Tanjungpura (Untan) menyerahkan mesin pompa madu kelulut berstandar food grade kepada Kelompok Usaha Itama Mandiri di Desa Sungai Itik, Kubu Raya.
Tim PKM Universitas Tanjungpura (Untan) menyerahkan mesin pompa madu kelulut berstandar food grade kepada Kelompok Usaha Itama Mandiri di Desa Sungai Itik, Kubu Raya.

PONTIANAK POST – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tanjungpura di Pondok Pesantren Ma’hadul Qur’an Al Qosimi, Dusun Keramat, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, resmi ditutup dengan hasil yang membanggakan.

Seluruh rangkaian kegiatan yang berfokus pada penyediaan air bersih serta penguatan ekonomi berbasis pengolahan nanas berjalan sukses dan memberi dampak nyata bagi santri maupun pengurus pondok.

Pimpinan pesantren, Ustadz Achmat Qosim, menyampaikan bahwa hadirnya fasilitas baru tersebut bukan hanya menjawab kebutuhan dasar santri akan air bersih, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi.

Produk olahan nanas berupa nanas kering dan selai kini siap dipasarkan sebagai usaha mandiri pondok.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Dirjen Risbang Kemendiktisaintek yang telah memberikan hibah serta fasilitasi program.

“Kami, keluarga besar Pondok Pesantren Ma’hadul Qur’an Al Qosimi, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPPM Dirjen Risbang Kemendiktisaintek atas perhatian, dukungan, dan pemberdayaan yang diberikan. Alat pengolahan air bersih, mesin dehidrator, dan chopper nanas ini akan kami rawat dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemandirian pondok dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar perwakilan mitra.

Sebagai penutup kegiatan, dia turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.

“Alhamdulillah, dengan adanya program PKM ini kami merasa sangat terbantu. Permasalahan air bersih yang selama ini menjadi kendala utama kini dapat teratasi,"

"Selain itu, hibah mesin dehidrator dan peralatan selai nanas telah membuka peluang usaha baru yang Insya Allah dapat menjadi sumber penghasilan tetap bagi pondok. Kami mengucapkan terima kasih kepada DPPM Dirjen Risbang Kemendiktisaintek serta tim dosen dan mahasiswa Universitas Tanjungpura yang telah mendampingi kami dari awal hingga akhir. Semoga keberlanjutan program ini membawa manfaat besar dan dapat kami jaga bersama demi kemandirian pesantren di masa depan.”

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#PKM #untan #madu kelulut