PONTIANAK POST - Misteri hilangnya Satrawi (80), warga Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, berakhir duka. Setelah dua hari pencarian, kakek yang dikenal rajin ke kebun itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Sabtu (20/9). Hari nahas itu, Kamis (18/9), Satrawi seperti biasa berangkat ke kebun sekitar pukul 10.00 WIB. Saksi terakhir melihatnya berjalan ke arah hutan. Namun hingga malam menjelang, ia tak kunjung pulang. Kekhawatiran keluarga pun memuncak.
Laporan hilangnya Satrawi baru masuk ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak pada Sabtu pagi. Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menyebut tim rescue segera dikerahkan menuju lokasi. “Begitu menerima laporan, tim langsung diberangkatkan,” ujarnya.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu lebih dari satu jam dengan jarak tempuh sekitar 41 kilometer. Setiba di lokasi, pencarian dilakukan dengan metode Explorer Search and Rescue (ESAR) yang memetakan area seluas 0,5 km². Tim SAR bersama warga dan aparat setempat menyisir hutan selama empat jam.
Hasilnya tragis. Satrawi ditemukan sudah tak bernyawa sekitar 500 meter dari rumahnya. “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka,” kata Junetra. Suasana haru menyelimuti rumah Satrawi saat jenazah tiba. Warga yang mengenalnya sebagai sosok sederhana dan rajin, tak kuasa menahan tangis. (ash)
Editor : Hanif