Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kelompok Tani Jagung Kuala Dua Naik Kelas Berkat Hibah Teknologi Universitas Tanjungpura

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 22 September 2025 | 15:13 WIB

Petani Kelompok Tani Jagung “Rajawali” Desa Kuala Dua, Kubu Raya, menerima mesin pemipil jagung bantuan Program Kemitraan Masyarakat Universitas Tanjungpura, Senin (tanggal kegiatan).
Petani Kelompok Tani Jagung “Rajawali” Desa Kuala Dua, Kubu Raya, menerima mesin pemipil jagung bantuan Program Kemitraan Masyarakat Universitas Tanjungpura, Senin (tanggal kegiatan).

PONTIANAK POST – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tanjungpura di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, resmi berakhir dengan capaian menggembirakan.

Kelompok Tani Jagung “Rajawali” kini berhasil meningkatkan produktivitas dan nilai tambah panen berkat hibah teknologi tepat guna (TTG).

Dalam program yang didukung Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Dirjen Risbang Kemendikbudristek, kelompok tani menerima mesin pemipil jagung, mesin penepung, dan peralatan pengemasan.

Perangkat ini mengubah cara kerja petani yang sebelumnya masih manual, sering memakan waktu dan menimbulkan risiko cedera menjadi proses modern yang cepat, higienis, dan efisien.

“Program PKM ini bukan sekadar pemberian alat, tetapi juga transfer pengetahuan dan keterampilan. Mahasiswa, dosen, dan petani bersinergi membangun agroindustri desa. Kami berharap produk olahan jagung dari Kuala Dua bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujar Ketua PKM, M. Saleh, dalam penutupan program.

Ketua Kelompok Tani Rajawali, Ratemin, menyampaikan rasa syukur atas dukungan ini.

“Kami berterima kasih kepada DPPM atas hibah mesin dan pendampingan. Sekarang kami bisa memipil jagung lebih cepat, menggilingnya menjadi tepung, dan mengemasnya dengan menarik. Nilai jual produk kami pun meningkat,” tuturnya.

Dengan inovasi tersebut, jagung yang sebelumnya hanya dijual sebagai pipilan kering kini diolah menjadi produk bernilai tinggi.

Petani Kuala Dua pun memiliki peluang lebih besar mengembangkan agroindustri jagung berkelanjutan dan bersaing di pasar regional hingga nasional. (ars/ser)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Universitas Tanjungpura #PKM #KUALA DUA #jagung