Pesantren Mahadul Qur’an Mandiri Air Bersih dan Ekonomi Lokal Berbasis Nanas
Aristono Edi Kiswantoro• Rabu, 24 September 2025 | 16:26 WIB
Tim PKM Universitas Tanjungpura (Untan) menyerahkan mesin pompa madu kelulut berstandar food grade kepada Kelompok Usaha Itama Mandiri di Desa Sungai Itik, Kubu Raya.
PONTIANAK POST – Pondok Pesantren Ma’hadul Qur’an Al Qosimi di Dusun Keramat, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, kini melangkah menuju kemandirian.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tanjungpura, pesantren ini tak hanya berhasil mengatasi krisis air bersih, tetapi juga membuka usaha ekonomi lokal berbasis olahan nanas.
Pimpinan pesantren, Ustadz Achmat Qosim, menegaskan bahwa kehadiran alat pengolahan air bersih menjadi jawaban atas kebutuhan vital santri. “Air sehat kini bisa diakses dengan mudah, sementara produk olahan nanas seperti nanas kering dan selai mulai dipasarkan sebagai usaha mandiri pondok,” ujarnya.
Langkah ini memperlihatkan wajah baru pesantren: mandiri, produktif, sekaligus berdaya bagi masyarakat sekitar.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari dukungan hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Dirjen Risbang Kemendiktisaintek. Fasilitasi berupa alat pengolahan air, mesin dehidrator, hingga chopper nanas menjadi pondasi penting untuk kemandirian.
Ketua Tim PKM, Diah Arminingsih, SE.I., M.E., menyebut program ini menjawab dua masalah sekaligus.
“Air bersih yang dulu jadi kendala kini sudah teratasi. Hibah mesin dehidrator dan paket selai nanas juga membuka peluang usaha baru yang bisa jadi sumber penghasilan tetap bagi pesantren,” katanya.
Perwakilan pesantren menegaskan komitmennya untuk merawat seluruh peralatan bantuan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari DPPM Dirjen Risbang Kemendiktisaintek serta tim dosen dan mahasiswa Universitas Tanjungpura. Insya Allah semua ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk keberlanjutan kemandirian pondok,” ungkapnya. (ars/ser)