PONTIANAK POST - Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan aspek gizi dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kubu Raya, Martinus Chrisyanto, mengatakan pengawasan keamanan pangan menjadi kunci penting dalam keberhasilan program MBG.
Menurutnya, setiap Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah harus berperan aktif dalam pengawasan tersebut. “Maka Puskesmas perlu memperhatikan dan melaksanakan langkah-langkah pengawasan keamanan pangan program MBG, khususnya terkait dukungan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji,” ujar Martinus saat ditemui di Sungai Raya, Minggu (28/9).
Martinus menambahkan, Dinas Kesehatan juga bersedia memberikan pendampingan serta memberikan pembinaan dan pelatihan kepada Sentra Penyedia Program Gizi (SPPG) atau mitra MBG. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus keracunan maupun permasalahan lain di dapur SPPG yang berpotensi mengganggu kesehatan penerima manfaat.
“Dinkes akan melakukan upaya mitigasi dengan sosialisasi, pembinaan, dan pelatihan bagi penjamah makanan di setiap dapur SPPG. Kami juga sudah menyiapkan tim gerak cepat untuk mengantisipasi keracunan massal, serta membuat MoU dengan SPPG,” jelasnya.
Martinus menuturkan saat ini Dinas Kesehatan Kubu Raya menjadi yang pertama di Kalimantan Barat yang melaksanakan pelatihan bagi penjamah makanan di SPPG. Selain itu, MoU pembinaan dan pengawasan pelaksanaan MBG antara Puskesmas dan SPPG juga sudah berjalan.
“Sejauh ini, sudah ada delapan SPPG dengan 278 orang penjamah makanan yang kami latih di dapur SPPG Kubu Raya. Kami juga siap melakukan kunjungan lapangan ke dapur jika diperlukan,” pungkas Martinus. (ash)
Editor : Hanif