PONTIANAK POST – Peluang besar terbuka bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kubu Raya untuk menembus pasar internasional. Hal ini menyusul kunjungan Pengerusi Pasar Tani Farma Negeri Sarawak, Kemin Rantap, bersama 38 pelaku usaha tani dari Kuching yang diterima langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, di kantor bupati, Sabtu (27/9).
Pertemuan lintas negara tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan juga penjajakan kerja sama perdagangan. “Potensi yang ada di Kubu Raya kita gali, lalu kita kolaborasikan. Marketnya bisa ke Sarawak, begitu juga sebaliknya,” ujar Sujiwo penuh optimisme.
Menurut Sujiwo, tahap awal kerja sama akan difokuskan pada pengkajian produk UMKM yang memiliki harga relatif murah di Kubu Raya, tetapi bernilai jual tinggi di Sarawak. Ia mencontohkan buah langsat yang di Kubu Raya kadang hanya Rp10 ribu per kilogram, sementara di Malaysia bisa mencapai Rp40 ribu. “Kalau ini bisa kita pasarkan ke sana, tentu petani langsat akan sangat terbantu,” tegasnya.
Selain produk olahan UMKM, sektor pertanian dan perikanan juga masuk radar. Dengan potensi tambak ikan bandeng, patin, nila, hingga udang, Sujiwo yakin kerja sama lintas negara mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petambak lokal.
Kemin Rantap mengaku terkesan dengan potensi Kubu Raya. “Kami datang sebanyak 38 orang untuk mempelajari potensi di sini. Harapannya bisa terwujud matching business yang saling menguntungkan,” ujarnya. Ia menambahkan, kunjungan ini bukan hanya studi, tetapi juga upaya nyata mencari peluang kerja sama.
Bagi Bupati Sujiwo, momentum ini menjadi harapan baru bagi pelaku UMKM. “Kolaborasi ini menegaskan bahwa potensi lokal jika dikelola dengan baik bisa mendatangkan manfaat besar. Semoga terwujud sehingga kita bisa saling menyiapkan market bagi pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif