Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Remaja di Sungai Ambawang Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Karet, Begini Kesaksian Keluarga

Ashri Isnaini • Kamis, 2 Oktober 2025 | 12:47 WIB
Ilustrasi jenazah.
Ilustrasi jenazah.

PONTIANAK POST - Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun ditemukan tewas gantung diri di kebun karet, Sabtu (27/9) pagi sekitar pukul 07.20 WIB. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga Dusun Koasa, Desa Bengkarek, Kecamatan Sungai Ambawang.

Kapolsek Sungai Ambawang, Iptu Reyden Fidel Armada melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengutarakan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat pamit kepada keluarganya pada Jumat (26/9) malam.

Usai makan malam, korban mengambil senter dan berpamitan hendak buang air besar ke sungai. Namun hingga larut malam, ia tidak juga kembali.

“Korban sempat ditanya bibinya ketika mengambil senter, hendak pergi ke mana. Saat itu korban menjawab akan ke sungai untuk BAB. Namun hingga pukul 20.15 WIB korban tidak juga kembali. Khawatir, paman dan bibinya berusaha mencari, tetapi tidak berhasil menemukan korban,” jelas Ade, Kamis (2/10) di Sungai Raya.

Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya pada Sabtu (27/9) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, kemudian sekitar pukul 07.15 WIB, bibi dan sepupu korban menemukan korban sudah tidak bernyawa dalam kondisi tergantung di sebuah pohon karet. Teriakan histeris pun membuat warga sekitar berhamburan mendatangi lokasi.

Paman korban segera meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Bengkarek serta Bhabinkamtibmas setempat. Tak lama berselang, personel Polsek Sungai Ambawang bersama Polres Kubu Raya tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi dan evakuasi.

“Jenazah korban dievakuasi menggunakan speed boat milik Puskesmas Parit Timur melalui jalur air. Dari sana, korban dijemput keluarga di Yayasan Rumah Retret Costantini dan kemudian dibawa ke Tebang Benua, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, untuk dimakamkan,” ungkap Ade.

Pihak keluarga pun menolak dilakukan visum et repertum (VER) terhadap jenazah korban. Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Sungai Ambawang, Aiptu Ade menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tersebut.

Ade juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi, khususnya penggunaan handphone yang semakin pesat, dapat memengaruhi pola pikir dan kondisi psikologis remaja. Karena itu, kami mengajak para orang tua untuk lebih dekat, memberikan perhatian, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak. Dengan begitu, teknologi tidak hanya berdampak negatif, tetapi justru bisa dimanfaatkan secara positif sehingga tidak menjadi pemicu peristiwa serupa di masa mendatang,” pungkasnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#pohon karet #tewas #Remaja #kubu raya