PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya menata ulang kawasan parkir truk dan kontainer yang selama ini semrawut di sepanjang Jalan Mayor Alianyang. Langkah ini diambil untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat parkir liar kendaraan berat di jalur utama dari Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, hingga Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengatakan pemerintah daerah telah bekerja sama dengan pengelola kawasan pergudangan modern Borneo Business Icon (BBI) di Sungai Ambawang untuk menyediakan lahan parkir khusus dan fasilitas bongkar muat bagi kendaraan besar.
“Pihak Borneo Business Icon sudah menyiapkan area parkir berbayar dengan tarif terjangkau, mulai dari per jam, harian, hingga bulanan. Parkir bulanan hanya Rp500 ribu, sedangkan biaya bongkar satu kontainer Rp100 ribu. Untuk truk pengambil muatan, bahkan digratiskan jika minimal dua unit,” ujar Sukiryanto, Senin (6/10), saat memimpin rapat bersama jajaran Dinas Perhubungan di Kantor Dishub Kubu Raya.
Ia menegaskan, dengan tersedianya fasilitas tersebut, para sopir truk dan pengusaha angkutan tidak lagi memiliki alasan untuk memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. “Kesepakatan ini juga melibatkan Organda dan asosiasi pengusaha angkutan. Kami akan memasang baliho di sepanjang jalan sebagai imbauan agar truk dan kontainer tidak lagi parkir sembarangan,” katanya.
Sebagai langkah tegas, Pemkab Kubu Raya menyiapkan gembok permanen bagi kendaraan yang nekat parkir di tempat terlarang. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ketertiban dan kelancaran lalu lintas di ruas jalan utama tersebut.
“Dalam waktu dekat, kami akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Kubu Raya, pengelola Borneo Business Icon, dan Organda. Setelah itu, lahan parkir di kawasan BBI akan ditetapkan sebagai parkir resmi kendaraan besar,” tegas Sukiryanto. Ia menambahkan, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menertibkan lalu lintas sekaligus mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang agar lebih tertata dan efisien. (ash)
Editor : Hanif