PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmennya menjadikan Kubu Raya sebagai daerah yang hidup, inklusif, dan ramah bagi semua warga. Tahun ini, pemerintah daerah siap meresmikan sembilan ruang publik baru di berbagai titik strategis, yang diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan masyarakat.
Kesembilan ruang publik tersebut berada di kawasan Kantor Bupati, Parit Ngabe, Gaforaya, Sungai Raya Dalam, Taman Makam Pahlawan, Tugu Alianyang, Dermaga Rasau Jaya, Simpang Empat Kapur, dan Tugu Pesawat. “Upaya ini adalah bagian dari komitmen kami memperluas ruang interaksi masyarakat sekaligus memperindah wajah Kubu Raya sebagai daerah penyangga Ibu Kota Provinsi,” ujar Sujiwo saat meninjau kawasan Tugu Pesawat, Sungai Raya, baru-baru ini.
Menurutnya, pembangunan ruang publik bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi sosial untuk membangun kebersamaan, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan menumbuhkan rasa bangga warga terhadap daerahnya. “Ruang publik di Tugu Pesawat ini hasil sinergi antara Lanud Supadio dan Pemkab Kubu Raya. Dulu kawasan ini kumuh dan gelap, sekarang berubah jadi ruang publik yang representatif dan membanggakan,” ungkapnya.
Transformasi kawasan Tugu Pesawat kini menjadi contoh nyata keberhasilan konsep kolaboratif. Setiap malam, terutama akhir pekan, ratusan pelaku UMKM berjualan dan menghidupkan kawasan tersebut. “Insyaallah dengan membuka ruang publik seperti ini, akan datang keberkahan. Masyarakat bisa berdagang, bersilaturahmi, dan beraktivitas di tempat yang nyaman,” tambah Sujiwo.
Sujiwo optimistis kehadiran sembilan ruang publik baru itu akan memberi warga lebih banyak alternatif beraktivitas tanpa harus pergi ke Kota Pontianak. “Insyaallah tahun ini semua ruang publiknya akan kita launching. Ini menjadi pilihan baru bagi warga untuk berkumpul dan berkreasi di daerah sendiri,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Sujiwo juga menyoroti kolaborasi besar antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan instansi vertikal. Salah satu wujud nyata adalah penataan Bundaran Transmart yang kini berganti nama menjadi Bundaran Gaforaya. “Jangan lagi menyebut Bundaran Transmart, karena itu sudah tidak ada. Sekarang kita punya Bundaran Gaforaya, hasil kolaborasi empat perusahaan dengan total investasi Rp5,8 miliar,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemkab Kubu Raya juga bekerja sama dengan Balai Jalan Nasional untuk memperindah kawasan Tugu Alianyang, yang berada di sekitar Terminal Antar Negara sebagai pintu gerbang kedatangan warga dari Malaysia dan Brunei Darussalam. “Ketika kita memperindah Tugu Alianyang, sejatinya kita sedang memoles wajah Indonesia,” ujar Sujiwo.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Sujiwo menegaskan bahwa pembangunan ruang publik bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat identitas dan kebersamaan warganya. “Kubu Raya bukan hanya penyangga, tapi juga cermin kemajuan Kalimantan Barat. Kami ingin menghadirkan ruang-ruang yang merekatkan masyarakat sekaligus memajukan ekonomi lokal,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif