PONTIANAK POST - Ketua DPD KNPI Kubu Raya, M. Taufik, menyerukan agar generasi muda tidak menjadi penonton dalam proses demokrasi, melainkan tampil sebagai penjaga dan penggerak kedaulatan rakyat. “Pemuda tidak boleh apatis terhadap proses demokrasi. Kita harus hadir sebagai generasi yang kritis, berintegritas, dan menjadi kontrol sosial yang membangun. Demokrasi akan kuat jika dijaga oleh pemuda yang sadar akan tanggung jawab moralnya,” tegas Taufik.
Pernyataan itu disampaikan Taufik saat menghadiri Dialog Publik bertajuk “Peran Penting Pemuda Menjaga Kedaulatan Demokrasi” yang digelar di Café Lumen, Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, Minggu (12/10).
Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan perwakilan pemerintah daerah, dengan tujuan memperkuat peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi yang berkeadilan dan bermartabat.
Taufik menegaskan, melalui kegiatan ini KNPI Kubu Raya berkomitmen mempererat sinergi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun Kubu Raya yang demokratis, berkarakter, dan berdaya saing. “Kami ingin pemuda Kubu Raya menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, bukan hanya menjelang pemilu, tetapi dalam kehidupan sosial dan politik sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Majelis Pengurus Organisasi (MPO) KNPI Kalimantan Barat, Musa, mengapresiasi langkah aktif KNPI Kubu Raya yang terus membuka ruang dialog dan pendidikan politik bagi pemuda. “Dialog seperti ini penting untuk meneguhkan kembali peran pemuda sebagai penggerak perubahan. Kedaulatan demokrasi tidak hanya dijaga lewat suara di bilik TPS, tetapi juga lewat kesadaran kritis, etika, dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial politik,” ujarnya.
Musa juga mengingatkan, pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan mencegah polarisasi di tengah masyarakat, terutama menjelang momentum politik nasional. “Jangan biarkan perbedaan pandangan memecah persaudaraan. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan menghormati perbedaan,” tegasnya. (ash)
Editor : Hanif