PONTIANAK POST – Warga Dusun Karya Tani, Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, dihebohkan peristiwa tragis ketika seorang anak berinisial P (27) tega membacok ayah kandungnya, Aspahani (65).
Insiden berdarah terjadi pada Senin (13/10) sekitar pukul 11.30 WIB di rumah korban di Jalan Parit Cikminah Darat, RT 004/RW 006, Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap dan dipicu teguran sang ayah agar si pelaku berhenti membuat layangan menjelang waktu salat Dzuhur.
Kapolsek Sungai Kakap, Ipda Dollas Zimmi, melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap, Ipda Adrianus Ari, membenarkan kejadian tersebut. Adrianus mengatakan dugaan sementara karena P tak terima ditegur saat sedang membuat layangan.
Adrianus mengatakan, menurut keterangan saksi sekaligus istri korban, Sarinah (55), saat itu korban menegur P yang tengah sibuk membuat layangan di ruang tamu. “Korban kemudian meminta anaknya (P) untuk berhenti karena sudah menjelang waktu salat Dzuhur. Tak hanya menegur, korban juga mengancam akan membakar layangan yang dibuat jika pelaku tidak menghentikan aktivitasnya,” kata Adrianus kepada Pontianak Post, Selasa (14/10).
Namun, pelaku justru menantang sang ayah dengan berkata, “Cobe lah bakar.” Ucapan tersebut memicu emosi korban hingga sempat menjambak rambut pelaku. Adu mulut kemudian berlanjut menjadi perkelahian di dalam rumah.
Baca Juga: Polisi Bekuk Residivis Curi Mesin Speedboat Nelayan di Nipah Panjang-Kubu Raya
“Dalam situasi memanas itu, pelaku mengambil sebilah parang tebas rumput yang berada di ruang tengah dan langsung mengayunkannya ke arah ayahnya. Korban berusaha merebut senjata tajam tersebut dengan memeluk pelaku agar situasi bisa diredam, namun justru mendapatkan 2 luka bacokan di bagian punggung. Pelaku kembali mengayunkan parang hingga mengenai bahu kiri korban,” papar Adrianus.
Kemudian, korban yang terluka berusaha menyelamatkan diri ke arah teras samping rumah sambil berteriak meminta tolong. Warga sekitar yang mulai berdatangan hanya bisa menyaksikan dari kejauhan karena takut mendekat. “Beberapa saat kemudian, pelaku tersadar dan akhirnya menyerahkan parang yang digunakannya kepada tetangganya, Parto, yang berada di depan rumah,” ucapnya.
Melihat kondisi korban yang bersimbah darah, warga segera membawa Aspahani ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak menggunakan mobil pick-up. Setelah mendapat penanganan awal, pihak rumah sakit merujuk korban ke RSUD dr. Soedarso Pontianak untuk menjalani operasi lanjutan. Korban mengalami dua luka bacok di punggung dan satu luka di bahu kiri.
“Saat ini pelaku atas nama P telah kami amankan di Mapolsek Sungai Kakap untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Barang bukti berupa satu bilah parang juga sudah disita,” ujar Adrianus, seraya mengatakan pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan perkembangan kondisi korban pasca operasi di RSUD Soedarso Pontianak. (ash)
Editor : Miftahul Khair