Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kubu Raya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Jangkau Wilayah 3T

Ashri Isnaini • Kamis, 16 Oktober 2025 | 12:03 WIB
RAKOR: Rapat koordinasi dan evaluasi program MBG yang dilaksanakan oleh Pemkab Kubu Raya pada Rabu (15/10).
RAKOR: Rapat koordinasi dan evaluasi program MBG yang dilaksanakan oleh Pemkab Kubu Raya pada Rabu (15/10).

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan maksimal hingga ke wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T). Langkah ini dilakukan untuk menjamin seluruh anak di Kubu Raya mendapat akses makanan bergizi tanpa terkecuali.

“Kami sudah menggelar rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis untuk menyelaraskan kegiatan di seluruh wilayah, termasuk daerah 3T,” ujar Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, di Sungai Raya, Rabu (15/10).

Menurutnya, rapat tersebut diikuti oleh pelaksana program dari BGN Provinsi Kalimantan Barat dan Koordinator Wilayah Kubu Raya. Program MBG merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi generasi muda. “Alhamdulillah, kami mendukung sepenuhnya program makan bergizi yang menjadi Asta Cita dari Bapak Presiden,” kata Sukiryanto.

Ia menegaskan pentingnya pemerataan akses makanan bergizi di seluruh desa, termasuk wilayah 3T yang memiliki jumlah penerima terbatas. “Program 3T ini tetap diberikan hak untuk menerima makanan bergizi walaupun hanya 23 orang. Seluruh 123 desa akan dibangun dapur yang menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak,” jelasnya.

Sukiryanto juga menekankan pentingnya pemenuhan standar sanitasi dan sertifikasi dapur sebagai syarat utama pelaksanaan program. Ia meminta seluruh pihak segera menuntaskan proses verifikasi sebelum batas waktu 30 Oktober 2025. “Setiap dapur harus memiliki lisensi halal, sertifikat penjamah makanan, higienitas, dan akses air bersih. Semua ini harus dipenuhi supaya tidak ada celah bagi oknum yang ingin menggagalkan program ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Program MBG merupakan tanggung jawab bersama pemerintah daerah dan para mitra pelaksana. “Soal ada kekurangan, ya kita benahi. Koordinator wilayah akan terus melakukan pendampingan kepada dapur-dapur. Yayasan dan mitra sudah menyiapkan tempat serta fasilitas. Tinggal bagaimana kita berkolaborasi dengan baik,” pungkas Sukiryanto. (ash)

Editor : Hanif
#Evaluasi #rapat koordinasi #pemkab #kubu raya #Program MBG 2025