Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kubu Raya Kirim 92 Pelajar ke FTBI, Dorong Pelestarian Bahasa Daerah

Ashri Isnaini • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:41 WIB
Syarif M Firdaus
Syarif M Firdaus

PONTIANAK POST - Sebanyak 92 pelajar asal Kabupaten Kubu Raya mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2025. Ajang tahunan ini menjadi momentum pelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kearifan lokal. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Muhammad Firdaus, mengatakan para peserta merupakan hasil seleksi tingkat kabupaten dari jenjang SD dan SMP yang telah melalui pembinaan dan penjurian sebelumnya.

“Kami terus mendorong sekolah untuk aktif membina anak-anak dalam bahasa daerah. Melalui festival ini, kami ingin melestarikan bahasa ibu sebagai bagian dari penguatan karakter dan budaya lokal,” ujarnya, Jumat (17/10).

FTBI diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar dengan cabang lomba seperti bercerita, membaca puisi, menulis, berpidato, hingga drama berbahasa daerah. “Kegiatan ini menjadi ajang bagi pelajar untuk menampilkan kemampuan berbahasa daerah sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap budaya sendiri,” tambah Firdaus.

Ia menjelaskan, FTBI merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah yang digagas Kemendikbudristek untuk mencegah kepunahan bahasa daerah. “Kami berharap generasi muda Kubu Raya terus melestarikan bahasa daerah sebagai identitas dan kebanggaan daerah,” tuturnya.

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengapresiasi para peserta dan menegaskan bahwa FTBI bukan sekadar lomba, melainkan wadah pembentukan karakter serta kecintaan terhadap kearifan lokal. “Bahasa daerah adalah jati diri dan warisan leluhur. Anak-anak Kubu Raya harus bangga menggunakan bahasa daerahnya dan menularkan semangat itu di lingkungannya,” ujarnya.

Sujiwo memastikan pemerintah daerah mendukung penuh peserta agar tampil maksimal dan membawa nama baik daerah. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menanamkan kebanggaan berbahasa daerah sejak dini. “Kemajuan teknologi tidak boleh membuat kita kehilangan akar budaya. Justru melalui kemajuan itu, kita bisa memperkenalkan bahasa daerah ke dunia,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#pelajar #kalbar #budaya lokal #lestarikan bahasa daerah #kubu raya #FTBI