PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya Sujiwo, menyebut kawasan Sungai Raya Dalam kini telah berubah wajah secara signifikan dan akan menjadi salah satu kawasan representatif Kabupaten Kubu Raya. Dia menegaskan, wilayah tersebut merupakan “beranda utama Kabupaten Kubu Raya” yang harus ditata seindah mungkin sebagai etalase daerah.
“Insya Allah bulan Desember semua pekerjaan sudah selesai. Bukan karena saya warga Sungai Raya Dalam, tapi karena kawasan ini adalah wajah utama Kabupaten Kubu Raya. Maka mesti kita poles secantik mungkin,” ujar Sujiwo, Sabtu malam (18/10), saat menghadiri Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar BKMT Permata Sungai Raya Dalam di Masjid Darunajah.
Sujiwo menjelaskan, pembangunan kawasan Sungai Raya Dalam menelan anggaran sekitar Rp10 miliar yang digunakan untuk penataan jalan, drainase, saluran pembuangan air, pedestrian, jogging track, serta penerangan jalan umum. Ia memastikan sistem drainase di kawasan tersebut kini berfungsi optimal sehingga sudah bebas dari genangan air saat musim hujan.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, Sujiwo juga menyoroti persoalan ketersediaan air bersih dari PDAM yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, saat ini terjadi defisit air karena jumlah pelanggan jauh melebihi kapasitas jaringan. Namun hal itu akan segera diatasi melalui program pembangunan jaringan pipa senilai Rp93 miliar yang bersumber dari dukungan Ketua Komisi V DPR RI.
“Insya Allah tahun depan distribusi air bersih akan jauh lebih baik. Nanti debitnya bisa ideal dan masyarakat Sungai Raya Dalam tak lagi kekurangan air,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sujiwo menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat. Para pedagang di sepanjang Jalan Raya Serdam akan mendapatkan tenda dan gerobak gratis, sementara kawasan tersebut akan ditata menjadi area kuliner yang rapi, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.
“Bulan November nanti kita akan mencanangkan Sungai Raya Dalam sebagai pusat kuliner Kalimantan Barat. Coba lihat, kalau malam, semua jenis kuliner ada di sini. Dari makanan tradisional sampai modern, semua lengkap. Belum lagi di seberangnya, wilayah Kota Pontianak. Jadi sangat layak kalau kawasan ini menjadi pusat kuliner Kalbar,” ujarnya optimistis.
Dia menambahkan, konsep pembangunan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan keindahan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat lokal, termasuk pelaku UMKM dan pedagang kecil agar dapat tumbuh bersama dengan lingkungan yang lebih tertata.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun daerah.
“Yang kita bangun bukan hanya jalan dan lampu, tapi semangat warga Sungai Raya Dalam untuk terus maju bersama. Insya Allah, Kubu Raya akan semakin terang dan sejahtera,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif