PONTIANAK POST — Kerusakan infrastruktur di wilayah pesisir Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, semakin meluas akibat abrasi dan banjir rob. Berdasarkan laporan cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, sedikitnya puluhan titik jalan dan jembatan mengalami kerusakan parah dengan total panjang jalan terdampak mencapai sekitar 20 kilometer.
Kepala BPBD Kubu Raya, Hery Purwoko, mengatakan sejumlah jembatan kayu tradisional di kawasan tersebut sudah tidak dapat difungsikan. Ia berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat memberikan dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahun anggaran 2026.
“Kebutuhan mendesak bukan hanya perbaikan fisik, tetapi juga penguatan tanggul, drainase pesisir, dan peninggian jalan strategis untuk mencegah kerusakan berulang,” ujar Hery, Rabu (29/10) di Sungai Raya.
Dari hasil monitoring lapangan, abrasi dan rob di Batu Ampar berdampak langsung terhadap tiga desa, yakni Medan Mas, Nipah Panjang, dan Batu Ampar. “Kerusakan jalan mencapai sekitar 20 kilometer dan satu jembatan penghubung dalam kondisi rusak berat hingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya.
Secara geologis, wilayah pesisir barat Kubu Raya didominasi tanah gambut dan lapisan aluvial lembek yang rentan terhadap erosi dan abrasi apabila tidak dilindungi vegetasi alami seperti mangrove. Dalam dua dekade terakhir, pembukaan lahan untuk tambak dan perkebunan kelapa sawit di sepanjang tepian sungai dan kanal telah mempercepat hilangnya sabuk hijau penahan ombak.
“Ditambah anomali cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global yang meningkatkan frekuensi pasang purnama dan curah hujan tinggi secara bersamaan. Akibatnya, air laut tidak hanya menggenangi jalan tetapi juga mengikis struktur tanah di bawahnya,” papar Hery.
BPBD Kubu Raya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Kubu Raya dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Pihaknya juga tengah mengajukan bantuan ke BNPB untuk mempercepat penanganan infrastruktur akibat banjir rob yang kerap melanda Batu Ampar. “Kami berharap dukungan segera agar akses masyarakat tidak semakin terisolasi dan kegiatan ekonomi di wilayah pesisir tetap dapat berjalan,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif