PONTIANAK POST – Suasana duka menyelimuti warga Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu malam (29/10). Seorang balita laki-laki berinisial MK (3) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di parit depan rumah kontrakannya di Jalan Bujang Taro, Dusun Beringin.
Peristiwa tragis itu terjadi saat sang ibu sedang mengasuh dua anaknya di teras rumah. MK yang bermain bersama teman-temannya di depan rumah tiba-tiba tak terlihat ketika ibunya masuk sebentar untuk menidurkan bayi berusia lima bulan. Saat kembali ke luar, bocah itu sudah menghilang.
Panik, sang ibu mencari ke rumah tetangga dan sekitar halaman, namun MK tak juga ditemukan. Warga kemudian berinisiatif melakukan pencarian bersama aparat Polsek Sungai Kakap yang segera datang ke lokasi. Mereka menyisir area sekitar, termasuk parit di depan rumah yang saat itu sedang pasang, karena diduga MK terjatuh dan terseret arus menuju Sungai Berembang.
Sekitar pukul 20.00 WIB, pencarian berakhir pilu. Tubuh kecil MK ditemukan di dasar parit sedalam satu meter, berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Korban segera dievakuasi ke RSUD Sultan Syarief Muhammad Alkadrie Pontianak, namun tim medis memastikan MK telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
Saat kejadian, ayah korban diketahui sedang bekerja sebagai buruh bangunan. Keluarga menolak dilakukan visum atau otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti tenggelamnya korban.
Kapolsek Sungai Kakap, Ipda Dolas, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan peristiwa tersebut. “Begitu laporan kami terima, anggota langsung ke lokasi membantu pencarian dan evakuasi. Setelah korban ditemukan, kami juga mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi,” jelasnya, Kamis (30/10) di Sungai Raya.
Ade menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya ananda MK. Meski keluarga menolak visum, kami pastikan kejadian ini murni kecelakaan,” ujarnya.
Jenazah MK rencananya dimakamkan hari ini di Pemakaman Muslim Parit Timur, Desa Sungai Rengas. Suasana haru menyelimuti rumah duka, dengan keluarga dan warga tampak tak kuasa menahan tangis saat prosesi pemakaman berlangsung.
Musibah ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap anak-anak yang bermain di sekitar parit atau sungai. Di sisi lain, cepatnya respons warga dan aparat kepolisian menunjukkan kuatnya rasa kepedulian dan solidaritas di tengah duka. “Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari bersama-sama menjaga keselamatan anak-anak kita dan memperhatikan lingkungan sekitar,” pungkas Ade. (ash)
Editor : Hanif