PONTIANAK POST - Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengingatkan para kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) untuk tampil sebagai motor penggerak pembangunan daerah, bukan sekadar penonton dalam proses perubahan sosial. “Semangat keislaman dan keindonesiaan yang menjadi jati diri HMI harus diwujudkan dalam aksi nyata demi kemajuan masyarakat,” tegas Sukiryanto saat menghadiri pelantikan Pengurus HMI dan Kohati Cabang Kabupaten Kubu Raya di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu malam (29/10).
Menurutnya, HMI bukan sekadar organisasi mahasiswa, melainkan wadah pembinaan yang telah banyak melahirkan generasi cendekia, berintegritas, dan peduli terhadap pembangunan bangsa. Ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. “Kami berharap HMI dan Kohati mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk membangun masyarakat yang berdaya saing dan mandiri,” ujarnya.
Sukiryanto juga menekankan pentingnya nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai kompas moral dalam setiap gerakan organisasi. Dua nilai tersebut, katanya, menjadi fondasi agar kader HMI tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial. “Dengan berpegang pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, kader HMI akan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi bergantung pada kesungguhan para pengurusnya. “Menjadi pengurus itu jangan hanya menumpang hidup di organisasi, tapi organisasilah yang harus kita hidupkan. Organisasi akan berjalan baik bila pengurusnya aktif dan memiliki semangat pengabdian,” tandasnya.
Mengangkat tema “Merajut Spirit Keislaman dan Keindonesiaan Menuju Kader HMI yang Berdaya Guna bagi Daerah”, pelantikan kali ini, menurut Sukiryanto, sangat relevan dengan tantangan zaman. Di era modern yang serba cepat, sinergi antara pemerintah dan organisasi mahasiswa dinilai penting untuk melahirkan ide-ide inovatif bagi kemajuan daerah.
Ia optimistis generasi muda memiliki energi besar untuk menjadi kekuatan transformasi sosial. Karena itu, pengurus baru HMI dan Kohati diharapkan tidak hanya aktif dalam ruang diskusi, tetapi juga terjun langsung memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat. “Saya berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadi teladan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya. (ash)
Editor : Hanif