Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hanya 40 Desa di Kubu Raya Bebas Buang Air Besar Sembarangan, Target ODF 2027

Ashri Isnaini • Selasa, 4 November 2025 | 13:38 WIB
Siswani, Plt Kadiskes Kubu Raya.
Siswani, Plt Kadiskes Kubu Raya.

PONTIANAK POST - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Siswani mengatakan, hingga saat ini dari total 123 desa yang ada di Kubu Raya, baru 40 desa yang telah mencapai status Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari praktik buang air besar sembarangan.

Dinas Kesehatan Kubu Raya pun lanjut Siswani menargetkan seluruh desa di Kubu Raya bisa mencapai status ODF pada tahun 2027 mendatang.

Siswani menilai, masih kecilnya jumlah desa yang mencapai status ODF di Kubu Raya menunjukkan masih perlunya upaya serius dan kolaboratif dari seluruh pihak agar target universal akses sanitasi bisa tercapai.

“Dari 123 desa di Kubu Raya, baru 40 yang sudah ODF. Harapan kita secara bertahap hingga tahun 2027 seluruh desa bisa ODF,” ujar Siswani kepada Pontianak Post, Senin (3/11), di Sungai Raya.

Siswani menjelaskan, hambatan utama dalam memperluas desa ODF adalah keterbatasan fasilitas sanitasi di rumah warga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki jamban atau WC pribadi.

“Kendalanya karena masih banyak masyarakat yang belum punya WC di rumah. Untuk membuat WC itu kan butuh biaya cukup besar, dan banyak warga kita yang belum mampu,” terangnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Siswani, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan pendistribusian bantuan pembangunan WC atau MCK bagi masyarakat tidak mampu secara bertahap.

“PUPR sudah mulai mendistribusikan bantuan untuk pembuatan WC bagi masyarakat yang tidak mampu. Prosesnya dilakukan bertahap, tidak gratis sepenuhnya, tapi dengan mekanisme yang disesuaikan agar masyarakat ikut berpartisipasi,” jelasnya.

Menurut Siswani, desa-desa yang telah berstatus ODF umumnya berada di wilayah yang akses air bersih dan kesadaran masyarakatnya relatif lebih baik. Siswani pun menargetkan, tahun depan sejumlah desa tambahan, terutama di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, dapat menyusul menjadi desa ODF.

“Tahun depan kita usahakan Rasau Jaya bisa ODF. Targetnya ada beberapa desa tambahan lagi yang akan kita dorong, tentu disesuaikan dengan anggaran yang tersedia dari PUPR dan hasil survei di lapangan,” ucapnya.

Selain dukungan anggaran, Siswani menyebut partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat tercapainya target ODF. Di beberapa desa, warga mulai berinisiatif membangun WC secara swadaya melalui sistem iuran dan gotong royong.

“Ketika kita survei, ada masyarakat yang punya kemampuan dan semangat tinggi untuk membangun WC secara mandiri. Ini sangat positif dan bisa mempercepat capaian desa ODF,” katanya.

Siswani menegaskan, program ODF bukan sekadar tentang pembangunan fisik jamban, tetapi juga perubahan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat. Dia pun berharap seluruh desa di Kubu Raya dapat berkomitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, bebas dari praktik buang air besar sembarangan.

“Kita ingin masyarakat memahami bahwa sanitasi yang baik adalah kebutuhan dasar, bukan kemewahan. Jika semua pihak bergerak bersama, target 2027 pasti bisa kita capai,” pungkas Siswani. (ash)

Editor : Hanif
#odf #40 desa #bantuan masyarakat #bebas buang air besar sembarangan #kubu raya