Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sujiwo Siap Dihujat demi Kedamaian Kubu Raya, Tepis Isu Penolakan Ceramah Kebangsaan

Ashri Isnaini • Rabu, 5 November 2025 | 12:02 WIB
Sujiwo
Sujiwo

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa keputusan pemerintah daerah untuk tidak mengizinkan sementara penggunaan area Kantor Bupati Kubu Raya sebagai lokasi Ceramah Kebangsaan bukanlah bentuk penolakan atau keberpihakan politik. Langkah tersebut, kata dia, diambil semata demi menjaga kondusifitas dan ketertiban masyarakat.

“Sekali lagi, pemerintah itu nggak punya kepentingan apa-apa. Kepentingan kami hanya satu: daerah ini tenteram, damai, persatuan dan kesatuan terjaga, serta keamanan dan ketertiban masyarakat terwujud,” tegas Sujiwo kepada wartawan di Sungai Raya, Senin (3/11).

Ia menjelaskan, keputusan itu lahir setelah melalui pertimbangan matang dan koordinasi dengan aparat intelijen negara, mulai dari BIN, intelijen kepolisian, hingga BAIS TNI. Berdasarkan hasil analisis yang diterima, kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan ketegangan sosial.

“Ketika alat-alat negara sudah memberikan masukan agar tidak dilaksanakan, maka sebagai kepala daerah saya harus mengutamakan kedamaian dan keamanan masyarakat. Kalau sampai terjadi sesuatu, saya yang paling bertanggung jawab,” ujarnya tegas.

Sujiwo menepis anggapan bahwa pemerintah menolak kehadiran ulama atau habaib. Ia menegaskan rasa hormat dan cintanya terhadap tokoh agama, sembari meminta semua pihak memahami bahwa keputusan ini murni pertimbangan keamanan dan stabilitas daerah.

“Kami sangat mencintai para habaib, para kiai kampung, para ulama. Tapi ketika di beberapa daerah muncul penolakan dan alat negara sudah menganalisis adanya potensi gangguan, maka saya harus patuh. Kami hanya ingin daerah ini aman dan masyarakatnya tenteram,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa Pemkab Kubu Raya tidak pernah abai terhadap kegiatan keagamaan. Ia mencontohkan, pemerintah daerah baru saja memperingati Hari Santri Nasional bersama Nahdlatul Ulama (NU) dan pimpinan pondok pesantren setempat. “Jadi bukan berarti pemerintah abai terhadap kegiatan keagamaan. Kami justru aktif memuliakan santri dan ulama,” katanya.

Di sisi lain, Sujiwo menyayangkan adanya pihak yang menggiring opini publik seolah pemerintah berpihak kepada kelompok tertentu atau dikendalikan oleh kepentingan politik. Ia menegaskan, tidak ada pihak mana pun yang bisa mengendalikan pemerintah selain negara.

“Tidak ada yang boleh mengendalikan pemerintah kecuali negara. Kami ini hanya ingin membangun, ingin mengabdi, ingin membuat rakyat bahagia. Tolonglah, jangan terus diseret ke hal-hal yang membuat energi bangsa habis hanya karena perdebatan seperti ini,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Sujiwo menegaskan kesiapannya menerima kritik, bahkan hujatan, selama tujuannya untuk menjaga kedamaian dan persatuan tetap tercapai. “Saya siap dihujat, dicaci, tidak apa-apa. Yang penting daerah saya damai, rakyat saya tenteram. Itu saja tujuan saya,” tandasnya. (ash)

Editor : Hanif
#penolakan #sujiwo #dihujat #kubu raya #ceramah kebangsaan