PONTIANAK POST - Kelompok Tani (Poktan) Parit Haji Ali di Dusun Keramat II, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, kini memasuki babak baru dalam pengelolaan pertanian.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) DPPM Tahun 2025, kelompok ini mengalami transformasi manajerial dan teknologi yang signifikan, menjadikannya model pertanian berbasis inovasi di wilayah Kalimantan Barat.
Program bertajuk “Transformasi Poktan Haji Ali dalam Pengendalian Hama Akibat Kemarau Panjang Melalui Teknologi Ramah Lingkungan Menuju Pertanian Berdaya Saing” ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Tanjungpura, yaitu Pepy Anggela, ST, MT; Ir. Ulli Kadaria, ST, MT; dan Shenny Octoriana, SP, MSc.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas petani, program PKM DPPM 2025 menghadirkan hibah tiga unit teknologi tepat guna (TTG) yang terdiri atas:
-
Paket Mesin Penggilingan Padi (Rice Huller)
-
Paket Mesin Pompa Water Jet Pressure untuk pengairan lahan sawah secara efisien
-
Paket Mesin Penabur Bubuk Kapur Dolomit sebagai solusi perbaikan tanah asam
Kegiatan ini juga disertai dengan pelatihan manajemen alat, penggunaan SOP, serta penguatan kelembagaan petani guna menjamin keberlanjutan program.
“Sebelumnya kami tidak memiliki sistem dalam mengelola mesin, dan hasil panen kurang maksimal karena tanah terlalu asam. Sekarang kami bisa mengatur jadwal pemakaian mesin pertanian, menggiling padi sendiri, bahkan menjual beras kemasan dengan harga lebih baik,” ujar Jhoni Pranata, Ketua Poktan Parit Haji Ali.
Tidak hanya dari sisi teknis, program ini juga berhasil meningkatkan kapasitas manajerial kelompok tani yang sebelumnya berjalan tanpa sistem menjadi lebih profesional dan transparan.
Sebanyak 20 anggota terlibat aktif dalam pelatihan manajemen, pemasaran, dan pengolahan hasil panen berbasis nilai tambah.
Pendapatan petani meningkat lebih dari 20% berkat strategi pemasaran inovatif dalam penjualan beras kemasan.
Transformasi ini menjadi bukti bahwa penerapan teknologi tepat guna yang disertai pelatihan manajerial dapat mendorong kemandirian dan daya saing kelompok tani lokal dalam menghadapi tantangan iklim dan pasar.
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM 2025), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Universitas Tanjungpura atas dukungan penuh dan kepercayaannya terhadap pelaksanaan program PKM ini. (ars/ser)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro