PONTIANAK POST – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kubu Raya tengah mengebut persiapan peluncuran aplikasi iKubuRaya, sebuah platform perpustakaan digital berbasis media sosial yang dirancang untuk memperluas akses literasi hingga ke seluruh pelosok daerah. Kepala Disperpusip Kubu Raya, Rudy Fitriyanto, menyebut pengembangan aplikasi ini sebagai langkah strategis dalam mendukung visi “Melaju Bupati Kubu Raya” yang menekankan percepatan pembangunan dan transformasi digital.
“Melalui aplikasi iKubuRaya, kami ingin memastikan layanan perpustakaan dapat dijangkau dari desa mana pun di Kubu Raya. Dengan akses digital ini, masyarakat bisa membaca dan belajar kapan saja dan di mana saja,” ujar Rudy kepada Pontianak Post, Minggu (16/11) di Sungai Raya.
Aplikasi iKubuRaya nantinya tidak hanya memuat koleksi e-book, tetapi juga video, audio, artikel, serta materi pembelajaran interaktif. Seluruhnya dikemas dalam antarmuka ramah pengguna dengan fitur mirip media sosial yang memungkinkan interaksi, berbagi rekomendasi bacaan, hingga membangun komunitas literasi digital.
Rudy menilai inovasi ini menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memperoleh sumber pengetahuan yang selama ini sulit diakses karena hambatan jarak atau terbatasnya fasilitas fisik. “Digitalisasi layanan perpustakaan adalah bentuk adaptasi pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di era teknologi informasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Disperpusip Kubu Raya juga baru saja memberikan Penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca Tingkat Kabupaten Kubu Raya Tahun 2025. Acara yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme itu dihadiri para pegiat literasi, komunitas baca, serta perwakilan perpustakaan desa dari berbagai kecamatan. “Penghargaan diberikan kepada lembaga dan individu yang aktif, inovatif, serta memberikan dampak nyata dalam meningkatkan minat baca di lingkungannya,” jelas Rudy.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para relawan literasi yang menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan kesadaran membaca di tengah masyarakat. “Semangat dan dedikasi para pegiat literasi adalah bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Rudy berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi para penggerak literasi untuk terus berinovasi dan memperkuat gerakan membaca. “Ini bukan sekadar apresiasi, melainkan momentum refleksi untuk terus memperkuat budaya gemar membaca demi mempersiapkan generasi Kubu Raya yang unggul,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif