PONTIANAK POST — PT Angkasa Pura Indonesia, Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio, menggelar Pelatihan Digital Content dan Digital Financial Management bertajuk “Empowering Local” di Hotel Alimoer, Kubu Raya, Selasa (18/11). Kegiatan ini diikuti sekitar 70 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Kubu Raya dan wilayah sekitarnya.
Ph General Manager Internasional Supadio, Mohammad Arifin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang hadir dan menunjukkan komitmen besar untuk meningkatkan kapasitas UMKM lokal di era digital.
“Tema Empowering Local sangat relevan karena UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian daerah dan nasional. Melalui penguatan kemampuan digital—baik dalam konten maupun pencatatan keuangan—kita berharap UMKM dapat berkembang lebih adaptif, modern, dan efisien,” ujarnya.
Arifin menegaskan PT Angkasa Pura Indonesia, Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM dan perekonomian lokal, termasuk melalui program-program yang menyentuh langsung pelaku UMKM. Dia berharap pelatihan ini dapat menjadi momentum bagi UMKM untuk naik kelas melalui penguasaan teknologi digital.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, berdiskusi, dan mempraktikkan hal-hal baru dalam operasional usaha sehari-hari,” tambahnya.
Kepala Bidang Usaha Mikro pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kubu Raya, Gusti Melani, mengapresiasi inisiatif Bandara Internasional Supadio yang membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, pelatihan ini menjawab sejumlah persoalan klasik UMKM, terutama pada aspek pemasaran dan pembukuan.
“Antusias peserta sangat tinggi. Permasalahan terbesar UMKM memang ada pada kualitas kemasan, kemampuan membuat konten digital, hingga pencatatan keuangan. Di sini, mereka dilatih membuat konten menggunakan Canva dan mengenal aplikasi pencatatan keuangan,” jelasnya.
Melani mengatakan banyak UMKM kerap terkendala saat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena pembukuan yang tidak rapi. Pelatihan digital financial management dinilai sangat membantu mengatasi persoalan tersebut.
“Dengan aplikasi keuangan, mereka bisa lebih teratur dalam pemberkasan. Ini menjawab kebutuhan agar UMKM bisa memenuhi persyaratan administrasi, terutama untuk pembiayaan,” tambahnya.
Gusti Melani berharap pelatihan seperti tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat daya saing UMKM Kubu Raya.
“Harapan kami, teman-teman UMKM semakin cerdas dan punya strategi pemasaran lebih baik dengan memanfaatkan teknologi digital. Jika pemasaran meningkat, omset naik, dan UMKM bisa naik kelas,” katanya. (ash/ser)
Editor : Hanif