PONTIANAK POST – Setelah lama tertutup sampah dan rerumputan, Parit Ngabeh di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, akhirnya kembali mengalir optimal. Melalui aksi bersih-bersih yang dilakukan dalam rangka peringatan Hari Bakti PUPR ke-80, Jumat (21/11), Bupati Kubu Raya, Sujiwo, bersama Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, Muhammad Tauhid, turun langsung untuk memastikan parit strategis tersebut kembali berfungsi dengan baik bagi warga.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo mengapresiasi BWS Kalimantan I yang telah memilih Kubu Raya sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut. Ia menekankan bahwa Parit Ngabeh memiliki posisi yang sangat strategis untuk pengembangan ruang publik di masa mendatang. "Ini parit yang sangat strategis. Ke depannya, kita akan merencanakan jalannya sebagai salah satu ruang publik untuk masyarakat berolahraga dan berkumpul," ucap Sujiwo.
Bupati Sujiwo juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan instansi vertikal di Kalimantan Barat, khususnya dengan BWS Kalimantan I. Menurutnya, hubungan kerja yang telah terjalin selama ini didasari oleh respons cepat dan pemangkasan birokrasi untuk mempercepat pelayanan publik. "BWS sangat responsif, dan kami sepakat untuk memangkas birokrasi. Cukup dengan telepon atau WhatsApp, jika untuk kepentingan publik, langsung direspons," katanya.
Sujiwo memberikan contoh konkret bagaimana BWS Kalimantan I menangani penyumbatan aliran sungai di Desa Simpang Kanan, Sungai Ambawang, yang sempat viral beberapa waktu lalu. Dalam waktu singkat, BWS langsung turun tangan menangani persoalan tersebut. “Ini luar biasa. Kalau dikontraktualkan, mungkin sudah ratusan miliar bantuan dari Balai Wilayah Sungai yang telah mengalir ke Kabupaten Kubu Raya,” tambahnya.
Lanjut ke Parit-parit Lainnya
Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan I, Muhammad Tauhid, menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih di Parit Ngabeh merupakan bagian dari peringatan Hari Bakti PUPR ke-80. Kegiatan serupa, kata Tauhid, akan terus dilaksanakan di wilayah lain dengan melibatkan berbagai metode, mulai dari pembersihan manual hingga penggunaan alat berat, serta program lanjutan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian parit dan sungai.
Namun, Tauhid menegaskan bahwa gerakan gotong royong ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Ia mengajak masyarakat serta pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk membangkitkan kembali budaya menjaga kebersihan parit dan sungai. "Ke depan kami harapkan pemerintah daerah, kecamatan, dan desa bisa membangkitkan kembali kegiatan seperti ini, terutama untuk parit-parit kecil," ujarnya.
Tauhid juga menekankan pentingnya parit dan sungai sebagai elemen vital yang mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Kalimantan Barat, termasuk di Kubu Raya dan Pontianak, yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan rawa.
“Gerakan seperti ini harus terus digaungkan. Jika sungai dan parit kita abaikan, itu akan mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi. Hari ini, kita ingin membangkitkan kembali kesadaran akan pentingnya peran parit dan sungai sebagai sumber air, bahkan nyawa bagi Pontianak dan Kubu Raya,” tegas Tauhid, berharap gerakan sederhana ini dapat menjadi kebiasaan kolektif masyarakat dalam menjaga parit dan sungai sebagai nadi kehidupan wilayah rawa. (ash)
Editor : Hanif