PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa untuk menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks, aparatur sipil negara (ASN) Kubu Raya harus memperkuat komitmen kerja dan bersama-sama mematahkan stigma negatif yang sering dilekatkan oleh masyarakat terhadap pemerintah. Hal ini disampaikannya dalam arahan dan motivasi pada kegiatan Pelatihan Internal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kubu Raya di Hotel Alimoer, Sungai Raya, Rabu (19/11).
Sujiwo menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik hanya dapat terwujud jika ASN memiliki profesionalisme dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam bekerja. “Dari PTSP, harus terbangun etos kerja, semangat kerja, dan disiplin yang tinggi, yang pada akhirnya melahirkan ASN yang profesional dan bertanggung jawab. Kalian harus bisa patahkan opini dan stigma publik yang seringkali negatif terhadap ASN,” ujar Sujiwo.
Lebih lanjut, Sujiwo mengajak seluruh ASN untuk menunjukkan melalui kinerja nyata bahwa pandangan negatif tersebut tidak benar. “Masyarakat itu kadang memberikan stigma minor terhadap ASN. Kita harus buktikan dari Kubu Raya bahwa opini itu tidak benar,” tegasnya.
Bupati juga berbagi pengalaman pribadi mengenai pentingnya evaluasi diri dalam menjalankan amanah jabatan. Ia mengaku sering melakukan dialog batin untuk mengevaluasi kinerjanya, sebuah kebiasaan yang menurutnya perlu dimiliki oleh setiap ASN agar senantiasa bekerja dengan integritas dan kejujuran.
“Saya sering bertanya pada diri sendiri, ‘Sudahkah saya menjadi bupati yang baik?’ Itu bentuk kejujuran. Saya pun masih banyak kurangnya. Teman-teman ASN juga harus sering bertanya kepada diri sendiri,” ungkapnya.
Sujiwo menekankan bahwa pembentukan karakter, mental, sikap, dan perilaku ASN merupakan salah satu fokus utama pemerintahannya bersama Wakil Bupati Sukiryanto. Ia menegaskan bahwa warisan terbesar yang ingin ditinggalkannya bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga aparatur yang berkarakter kuat dan bekerja sepenuh hati. “Saya memang rada keras dalam hal membentuk karakter dan mental ASN. Karena itulah mimpi saya, itulah legacy yang ingin saya tinggalkan,” katanya.
Bupati Kubu Raya juga mengingatkan bahwa status ASN bukan sekadar profesi, melainkan amanah besar dari Tuhan, negara, dan rakyat. “ASN itu amanah dari Tuhan dan negara, juga kepercayaan dari rakyat. Maka, terlalu mahal kalau amanah itu disia-siakan,” pungkas Sujiwo. (ash)
Editor : Hanif