Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sukiryanto Kawal Peluncuran Program Gema Membangun Desa 2025 di Kubu Raya

Ashri Isnaini • Kamis, 27 November 2025 | 12:16 WIB
GEMA MEMBANGUN DESA: Wabup Kubu Raya, Sukiryanto menghadiri pembukaan Gema Membangun Desa di Halaman Kantor Camat Sungai Kakap, Selasa (25/11).
GEMA MEMBANGUN DESA: Wabup Kubu Raya, Sukiryanto menghadiri pembukaan Gema Membangun Desa di Halaman Kantor Camat Sungai Kakap, Selasa (25/11).

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran program Gema Membangun Desa 2025 yang digelar di Kecamatan Sungai Kakap, Selasa (25/11). Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyambut baik program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tersebut karena dinilai mampu mendekatkan layanan publik sekaligus memperkuat interaksi langsung antara pejabat dan masyarakat desa.

Menurut Sukiryanto, Gema Membangun Desa bukan sekadar agenda kerja lapangan, melainkan bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah warga. Melalui program ini, para pejabat akan berkegiatan langsung di desa, menginap, berolahraga, hingga berdiskusi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.

“Nanti kegiatan dilaksanakan bersama-sama di desa, nginap, berolahraga bersama warga, dan beberapa kegiatan termasuk diskusi,” ujar Sukiryanto usai menghadiri peluncuran program di halaman Kantor Camat Sungai Kakap.

Dia menegaskan, interaksi intens yang terbangun selama kegiatan akan memperkuat hubungan antara aparat pemerintah dengan masyarakat. Pemkab Kubu Raya juga berencana melaporkan dan mengoordinasikan pelaksanaan lanjutan program ini kepada Bupati. “Kegiatan ini ke depannya akan menyatu dengan masyarakat. Insyaallah kami akan laporkan dengan Pak Bupati. Mudah-mudahan beliau akan mengagendakan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menjelaskan Gema Membangun Desa akan berjalan secara bertahap dan ditargetkan optimal pada tahun 2026. Program ini disusun sebagai bentuk pendekatan pelayanan yang lebih cepat dan merata hingga ke wilayah pedesaan.

“Jadi Jumat berangkat, Sabtu-Minggu berada di desa. Kita bermalam di sana dan berinteraksi dengan masyarakat, serta memberikan pelayanan-pelayanan secara langsung. Misalnya pembuatan KTP langsung jadi, akta kelahiran, pembuatan SIM oleh kepolisian, paspor oleh Imigrasi, dan lainnya,” papar Norsan.

Selain pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan, program juga akan menghadirkan sesi dialog antara pemerintah provinsi dengan masyarakat, perangkat desa, camat, dan tokoh masyarakat guna menyerap aspirasi dan menyelesaikan persoalan lokal. “Malamnya berdialog dengan masyarakat, lurahnya, kepala desanya, camatnya, dan tokoh-tokoh masyarakatnya,” ucapnya.

Pada pelaksanaan awal tahun ini, Gema Membangun Desa juga akan menghadirkan pasar murah serta sejumlah pelayanan lain yang terpusat di satu titik pada tiap kecamatan. Norsan menjelaskan, format ini dirancang agar desa-desa dalam satu kecamatan dapat berkumpul dan memperoleh layanan secara bersamaan.

“Nanti kita upayakan, misalnya dalam satu kecamatan ada 20 desa, 20 desa itu bisa kumpul semua di satu titik untuk kegiatan. Nanti kita berpindah-pindah kabupaten dan kecamatan. Kita baru optimal di tahun 2026,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#gema membangun desa #pemerintah #memperkuat hubungan #pelayanan #kubu raya #masyarakat desa