PONTIANAK POST – Menghadapi meningkatnya risiko banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi, Polres Kubu Raya memperketat pemantauan di daerah rawan. Pada Rabu (3/12), jajaran kepolisian Raya turun langsung melakukan pemantauan debit air di sejumlah titik rawan banjir guna memastikan keselamatan masyarakat, terutama di Kecamatan Terentang yang terdiri dari tujuh desa dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap genangan.
Kegiatan patroli tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini untuk mengantisipasi risiko banjir yang sewaktu-waktu dapat meluas. Petugas memantau kondisi sungai, mengecek debit air, dan mendata potensi dampak yang dapat mengancam warga.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, genangan air mulai tampak di beberapa kawasan permukiman warga yang berada di dataran rendah. Tinggi genangan berkisar antara 10–20 sentimeter akibat peningkatan debit air sungai. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, air masih terbatas menggenangi halaman rumah dan belum memasuki bagian dalam rumah warga.
Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pihaknya. Dia menginstruksikan seluruh jajarannya, terutama Polsek yang berada di wilayah dengan peta kerawanan tinggi, untuk memperketat pengawasan dan respons cepat.
Melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, Kapolres meminta para Kapolsek di wilayah rawan banjir untuk mengintensifkan patroli, pemantauan debit air, dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat.
“Fokus kegiatan ini tidak hanya pada antisipasi ancaman banjir, tetapi juga potensi bencana lain yang kerap menyertai cuaca ekstrem, seperti angin puting beliung dan tanah longsor. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan memastikan respons cepat jika kondisi memburuk,” tegas Ade.
Dia menambahkan, peningkatan kewaspadaan ini sejalan dengan kondisi atmosfer terkini di Kalimantan Barat. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, potensi hujan intensitas sedang hingga lebat masih sangat mungkin terjadi di Kubu Raya, terutama pada siang hingga sore hari, dan tidak menutup kemungkinan disertai angin kencang. “Kondisi ini menuntut sinergi dan kesigapan semua pihak untuk meminimalisir dampak bencana,” ucap Ade.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, Polres Kubu Raya lanjut Ade, mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah bantaran sungai dan dataran rendah, serta segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya. (ash)
Editor : Hanif