Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kubu Raya Perketat Mitigasi Banjir Rob, Warga Diimbau Waspada Hingga Beberapa Hari ke Depan

Ashri Isnaini • Selasa, 9 Desember 2025 | 15:15 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo.

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi di wilayahnya. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan di Kubu Raya, tiga jenis bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta angin puting beliung menjadi ancaman utama yang harus terus diantisipasi.

Menurutnya, ketiga bencana ini memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pemerintah harus selalu sigap dalam melakukan upaya mitigasi maupun respons cepat di lapangan.

“Upaya-upaya antisipasi dan mitigasi terus kami lakukan. Di Kubu Raya, bencana alam yang paling sering terjadi adalah banjir, kemudian karhutla, dan ketiga puting beliung. Ketiganya ini harus betul-betul kita siapkan dengan baik,” kata Sujiwo kepada Pontianak Post, Senin (8/12) di Sungai Raya.

Sujiwo menjelaskan, banjir, termasuk banjir rob menjadi persoalan yang tak bisa sepenuhnya dihindari karena berkaitan dengan fenomena iklim global.

“Banjir rob ini menjadi suatu iklim yang memang tidak bisa kita hindari. Negara-negara lain juga mengalami naiknya permukaan air laut. Akibatnya terjadilah pasang rob,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah pesisir. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya juga telah menyiapkan langkah evakuasi jika tinggi muka air berpotensi meningkat hingga membahayakan warga.

“Seandainya ada rumah warga yang terendam hingga sekian meter, tentu harus kita evakuasi. Itu sudah kita siapkan,” tambah Sujiwo.
.
Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Herry Purwoko, mengungkapkan hampir seluruh wilayah bantaran sungai dan pesisir pantai di Kubu Raya saat ini terdampak banjir rob. Namun hingga saat ini belum ada warga yang harus dievakuasi.

“Rata-rata ketinggian air bervariasi, ada yang sampai setinggi lutut orang dewasa. Air biasanya mulai naik sejak pagi sekitar pukul 07.00 dan surut menjelang siang,” jelas Herry.

Herry mengaku, pihaknya terus memantau kondisi kenaikan air, termasuk berkoordinasi dengan camat dan kepala desa untuk menentukan lokasi-lokasi yang dapat dijadikan tempat penampungan warga jika evakuasi diperlukan.

“Jika debit air semakin tinggi, sangat mungkin pada titik tertentu akan ada warga yang harus dievakuasi. Kita sudah siapkan antisipasinya. Sebelumnya, BPBD Kubu Raya juga sudah mengeluarkan surat edaran dan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada,” ungkapnya.

Hingga hari ini, BPBD Kubu Raya lanjutnya memantau kondisi di tiga kecamatan yang mengalami kenaikan air paling signifikan seperti di Rasau Jaya, Sungai Kakap, dan Sungai Ambawang. Selain itu, laporan banjir rob juga diterima dari Kecamatan Batu Ampar dan Kubu.

“Kami belum sempat turun ke beberapa lokasi seperti Batu Ampar dan Kubu, tetapi berdasarkan laporan masyarakat, pola kenaikan air sama naik pagi hari dan turun sekitar tengah hari,” jelas Herry.

Menurut informasi dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG), potensi banjir rob diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. BPBD Kubu Raya lanjut Herry mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah atau di sekitar permukiman yang sering terdampak genangan.

“Kami terus memonitor dan mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Banjir rob ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan,” tegasnya. (ash)

Editor : Hanif
#evakuasi #sujiwo #mitigasi #pemerintah #Banjir Rob #kubu raya