Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Polres Kubu Raya Pantau Banjir Rob di Teluk Pakedai, Empat Desa Terendam

Ashri Isnaini • Rabu, 10 Desember 2025 | 07:49 WIB

 

LANDA PEMUKIMAN: Banjir rob merendam akses permukiman sejumlah desa di Kecamatan Teluk Pakedai, Senin (8/12).
LANDA PEMUKIMAN: Banjir rob merendam akses permukiman sejumlah desa di Kecamatan Teluk Pakedai, Senin (8/12).

PONTIANAK POST - Banjir rob yang terjadi akibat kombinasi pasang tinggi dan hujan intensitas tinggi kembali menerjang wilayah pesisir di Kecamatan Teluk Pakedai, Senin (8/12). Menyikapi kondisi ini, Polres Kubu Raya bersama Polsek Teluk Pakedai melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga yang terdampak banjir.

Kapolsek Teluk Pakedai, AKP Sumarno, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menyampaikan bahwa hasil monitoring menunjukkan empat desa terendam genangan air dengan ketinggian yang bervariasi, yakni Desa Sungai Nibung, Kuala Karang, Selat Remis, dan Sungai Nipah.

Di Desa Sungai Nibung, air merendam jalan desa dan permukiman di Dusun Sepok Mangkalan dengan ketinggian 50–60 sentimeter. Sekitar satu kilometer jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua. Kondisi ini diperburuk oleh letak desa yang berada di dataran rendah dan berbatasan langsung dengan pesisir Laut Natuna, menjadikannya sangat rentan terhadap pasang tinggi.

Di Desa Kuala Karang, genangan mencapai 50–70 sentimeter, merendam beberapa RT dan bangunan warga, termasuk SDN 12 Kuala Karang yang mengalami kerusakan ringan akibat hantaman gelombang. Meskipun demikian, warga masih beraktivitas dan belum ada laporan pengungsian.

Sementara itu, Desa Selat Remis mengalami genangan setinggi 20 sentimeter di kawasan Pasar Sungai Gora dan Jalan Pematang Mas. Kendaraan roda dua masih bisa melintas, dan aktivitas warga berjalan normal. Di Desa Sungai Nipah, air setinggi 10–20 sentimeter menutupi jalan menuju dermaga penyeberangan, namun aktivitas masyarakat masih berlangsung seperti biasa.

Ade mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi naiknya debit air, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah pesisir. “Kondisi pasang surut yang dipengaruhi badai siklon bisa berubah dengan cepat,” ujarnya. Bhabinkamtibmas juga telah diterjunkan ke setiap desa untuk memantau langsung perkembangan banjir dan memastikan keselamatan warga. Polsek Teluk Pakedai terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah cepat apabila situasi memburuk. (ash)

Editor : Hanif
#desa terendam banjir #Polres Kubu Raya #teluk pakedai #Banjir Rob