Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

STIKes Panca Bhakti Kembangkan Olahan Sukun dan Betok di Desa Sungai Ambangah

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 12 Desember 2025 | 15:58 WIB
Kebersamaan tim PkM STIKes Panca Bhakti Pontianak bersama kader dan warga Desa Sungai Ambangah.
Kebersamaan tim PkM STIKes Panca Bhakti Pontianak bersama kader dan warga Desa Sungai Ambangah.

 

PONTIANAK POST - Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi D-III Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Panca Bhakti Pontianak melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan yang berlangsung sejak Agustus hingga November 2025 ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan kader Posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bergizi tinggi dan bernilai ekonomi.

Program ini sepenuhnya didanai oleh Kemendiktisaintek sebagai bagian dari dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas desa melalui inovasi kesehatan dan pangan lokal.

Dalam rangkaian kegiatan ini, tim memperkenalkan empat produk inovasi pangan, yaitu Broth Ikan Betok, Pancake Sukun, Bongko Sukun, dan Selai Sukun. Broth Ikan Betok dikembangkan sebagai kaldu instan kaya protein yang mudah dikonsumsi, terutama bagi lansia.

Sementara itu, Pancake Sukun dan Bongko Sukun merupakan olahan pangan berbasis sukun yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat pangan, sehingga cocok sebagai jajanan sehat.

Adapun Selai Sukun dikembangkan sebagai produk bernilai jual tinggi dengan cita rasa khas, serta berpotensi menjadi komoditas usaha rumahan bagi masyarakat.

Selain pelatihan pengolahan pangan lokal, kegiatan PkM ini juga melibatkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia, meliputi pengukuran tekanan darah, kadar lemak, dan kadar gula darah.

Pemeriksaan dilakukan oleh dosen bersama mahasiswa untuk memantau dan mendeteksi dini masalah kesehatan yang rentan dialami kelompok lanjut usia di wilayah tersebut.

Ketua tim pelaksana, Bdn. Yuliana, S.ST., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin membantu masyarakat, khususnya kader Posyandu, agar memiliki keterampilan dalam mengolah bahan pangan lokal seperti sukun dan ikan betok menjadi produk yang sehat, bergizi, serta dapat menjadi peluang usaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Yuliana menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan. Tim juga akan melakukan pendampingan lanjutan untuk mendukung kader dalam proses produksi serta pemasaran produk secara berkelanjutan.

Selain itu, tim dosen berencana melakukan kajian nilai gizi dari produk inovatif tersebut agar dapat diajukan sebagai produk unggulan desa di masa mendatang.

“Kami berharap program ini menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal,” tambahnya.

Kader Posyandu dan masyarakat Desa Sungai Ambangah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan gizi, demonstrasi pengolahan sukun dan ikan betok, hingga praktik langsung membuat produk pangan lokal.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi lansia serta upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

Salah satu kader Posyandu, Ibu Yuniawati, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen yang telah berbagi ilmu dan keterampilan. Program ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi kader, tetapi juga bagi masyarakat luas, terutama dalam meningkatkan gizi dan kesejahteraan lansia,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan uji rasa produk olahan sukun dan ikan betok, serta penyerahan alat dan bahan pendukung kepada kader Posyandu untuk memastikan keberlanjutan program.

Tim dosen berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan agar produk-produk inovatif tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha mikro tingkat desa.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Desa Sungai Ambangah dapat menjadi desa percontohan dalam pemanfaatan potensi pangan lokal untuk meningkatkan gizi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga.

Selain memberikan manfaat langsung di lapangan, program ini juga menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui penelitian terapan dan pengabdian masyarakat yang didukung pendanaan pemerintah melalui Kemendiktisaintek. (ars/ser)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Ikan betok #Sungai Ambangah #Panca Bhakti #stikes #pontianak #kubu raya