Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Petani Milenial Masih Rendah, Sujiwo Ajak Tokoh Masyarakat Tingkatkan Minat Generasi Muda ke Pertanian

Ashri Isnaini • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:41 WIB
HUT: Bupati Kubu Raya Sujiwo melepas peserta jalan sehat SMK Negeri 1 Sungai Kakap dalam rangka HUT ke-20 SMK tersebut dan dilanjutkan memberikan arahan kepada siswa dan guru.
HUT: Bupati Kubu Raya Sujiwo melepas peserta jalan sehat SMK Negeri 1 Sungai Kakap dalam rangka HUT ke-20 SMK tersebut dan dilanjutkan memberikan arahan kepada siswa dan guru.

PONTIANAK POST – Masih rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian kembali mengemuka di Kubu Raya. Kondisi ini terungkap saat Bupati Kubu Raya, Sujiwo mendapati hanya tujuh siswa SMK Negeri 1 Sungai Kakap yang memilih jurusan pertanian.

Sujiwo pun, mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengubah cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian yang dinilainya memiliki prospek cerah di masa depan.

“Masa depan sektor pertanian sangat cerah. Karena itu saya mengajak seluruh elemen, mulai dari camat, kepala desa, hingga TNI, untuk bersama-sama mengimbau dan menyadarkan masyarakat,” kata Sujiwo, Senin (15/12), saat mengunjungi SMK Negeri 1 Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap.

Dia menilai, para tokoh formal dan informal memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat agar tidak memandang sektor pertanian sebagai bidang yang kurang menjanjikan. Sebaliknya, pertanian justru memiliki potensi keuntungan besar sekaligus berperan strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.

“Ini tugas saya, tugas Pak Camat, tugas Pak Kades, tugas teman-teman Pak Danramil juga, bagaimana mengimbau dan mengingatkan bahwa masa depan dunia pertanian itu sangat cerah,” ujarnya.

Sujiwo juga menegaskan wajah pertanian saat ini telah banyak berubah seiring pesatnya perkembangan teknologi. Petani modern tidak lagi identik dengan pekerjaan berat dan berlumpur seperti masa lalu, melainkan telah memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi.

“Sekarang pengusaha-pengusaha dunia sudah mulai melirik dunia pertanian. Tapi saya mendapat informasi, baru tujuh siswa saja yang berminat mengambil jurusan pertanian. Maka ini menjadi tantangan kita bersama,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Sujiwo menegaskan atensinya pada perkembangan pendidikan vokasi. Katanya, meskipun secara administratif sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan kewenangan pemerintah provinsi, dirinya akan memberikan dukungan konkret untuk mendukung peningkatan sarana dan kualitas sekolah tersebut. Salah satunya dengan membantu membangun jalan masuk menuju sekolah, yang itu ditargetkan dimulai pada Februari mendatang.

"Tadi sudah saya sampaikan, Bapak akan berikan hadiah jalan masuknya tahun depan, Februari sudah kita bangun,” kata Sujiwo.

Selain jalan masuk, Sujiwo juga akan membantu terkait kelengkapan penataan taman dan areal sekolah. Ia meminta kepala sekolah dan dewan guru menata taman dan areal sekolah, dan setelah itu dirinya akan membantu mengisi kolam dengan benih ikan dan penghijauan lingkungan dengan sejumlah tanaman hias.

"Ya (membantu) untuk jalan masuknya. Kemudian tadi saya sudah berpesan kepada ibu kepala sekolah supaya ditata taman area-area ini. Itu pemeliharaan bisa menggunakan dana BOS. Di sana tadi saya temukan ada beberapa kolam, nanti saya akan isi benih ikannya termasuk tanaman-tanaman hias saya akan bantu," tuturnya.

Lebih lanjut Sujiwo mengungkapkan pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi dan pembangunan gedung baru di sekolah tersebut.

"Maka akan ada bangunan-bangunan sekolah lagi yang nanti dilakukan oleh pemerintah provinsi. Saya dapat informasi timnya sudah datang pada hari ini juga,” ujarnya.

Meski bukan kewenangannya, Sujiwo menekankan dirinya memberikan atensi penuh karena peserta didik di sekolah tersebut adalah putra-putri Kabupaten Kubu Raya. Ia berjanji akan membangun komunikasi yang intensif dengan Dinas Pendidikan Provinsi.

"Walaupun SMK ini bukan kewenangan pemerintah kabupaten, insyaallah saya secara pribadi dan juga sebagai bupati akan memberikan atensi. Karena anak-anak didik yang di sini adalah putra-putri kabupaten Kubu Raya. Dan saya akan terus membangun komunikasi dengan dinas pendidikan provinsi supaya memberikan atensi," tutup Sujiwo. (ash)

Editor : Hanif
#Pertanian Modern #generasi muda #kuburaya #petani milenial #sujiwo #SMK Pertanian