PONTIANAK POST - Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya ditargetkan rampung akhir Desember 2025 dan direncanakan diresmikan langsung Presiden RI pada Januari 2026. Namun, di balik kesiapan fisik tersebut, DPRD Kubu Raya mengingatkan ancaman serius kekurangan tenaga kesehatan.
Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Muhammad Amri, menyebut progres pembangunan gedung RSUD TBSI berjalan sesuai jadwal. “Akhir Desember pembangunannya selesai. Januari direncanakan diresmikan Presiden,” ujarnya, Selasa (16/12).
Amri menegaskan, kesiapan rumah sakit tidak cukup hanya dari sisi bangunan. Pemerintah daerah harus memastikan ketersediaan sarana pendukung, peralatan medis, serta sumber daya manusia. Pengadaan alat kesehatan utama, kata dia, berasal dari pemerintah pusat, sementara kebutuhan tambahan akan didorong melalui APBD dan dukungan DPRD.
Dengan gedung baru, RSUD TBSI akan naik status dari tipe C menjadi tipe B. Kapasitas tempat tidur pun meningkat dua kali lipat, dari 50 menjadi 100 bed. Peningkatan ini dinilai strategis untuk memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat Kubu Raya.
Namun, Amri mengingatkan lonjakan kapasitas itu berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga kesehatan. Berdasarkan rapat kerja, RSUD TBSI diperkirakan memerlukan tambahan 300–400 perawat agar layanan berjalan optimal. “Gedung dan alkes bertambah, tapi tantangan terbesarnya justru tenaga perawat,” tegasnya.
Masalah serupa juga terjadi pada ketersediaan dokter, terutama dokter spesialis. Amri mengungkapkan, Kubu Raya masih kekurangan dokter umum maupun spesialis, bahkan sejumlah wilayah seperti Padang Tikar masih mengalami kekosongan dokter. Padahal, rumah sakit tipe B wajib didukung dokter spesialis penyakit dalam, kandungan, anak, dan bidang lainnya.
Meski demikian, Amri optimistis persoalan tersebut dapat diatasi secara bertahap, menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Ia berharap, setelah diresmikan, RSUD TBSI benar-benar siap beroperasi maksimal dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat Kubu Raya. (ash)
Editor : Hanif